Kamis, 02 September 2010

Ledakkan Potensimu

Live is never flat, begitu salah satu moto iklan yang ada. Hidup memang tidak sedatar ataupun securam yang kita kira. Semuanya bergantung pada kemauan dan sejauh apa mimpi yang kita punya. Ada yang mengatakan “tulislah mimpi indahmu dalam kanvas alam nyata ini, agar kami tahu seberapa besarkah mimpi yang kau miliki”. Ceritakan kepada semua orang tentang mimpimu, buat mereka merasakan manfaat keberadaanmu dan bahagia berada di sampingmu.

Kalau mimpimu tentang studi ke luar negeri ada sedikit motivasi yang ingin ku bagi, karena aku merasa bahagia menjadi warga Aceh. Hal inilah yang membuat mahasiswa dari daerah lain cemburu kepadaku. Ketika aku berdiskusi dengan mahasiswa dari berbagai daerah yang sedang melanjutkan studinya di Taiwan. Mereka susah payah untuk memperebutkan beasiswa dari universitas atau pemerintah Taiwan, sedangkan khusus warga Aceh sangat mudah untuk mendapatkan beasiswa terutama dari pemda. Dan sekarang jumlah mahasiswa aceh lebih dari setengah dari jumlah mahasiswa asing yang sedang belajar di taiwan dan mereka tersebar di berbagai universitas di Taiwan. Tak usah berbicara dari segi politik atau yang lainnya, yang penting kesempatan itu terbuka lebar, so mari gan,.. bro.. sis.. ledakkan potensimu, sehingga ledakan itu membuat dirimu terbang ke bumi formosa ini.

Kalau mimpimu menjadi aktifis terkenal yang stiap pernyataan dan tulisannnya dijadikan referensi, Indonesialah tempat yang paling subur untuk mengasah kemampuan orasi dan skill kepemimpinanmu. Karena organisasi massa ataupun organisasi mahasiswa tumbuh subur dalam kalangan masyarakat ataupun di setiap sudut-sudut kampus. Faktor inilah yang juga membuat mahasiswa dari Indonesia lebih siap berjuang dan tinggal di negeri orang ketika hendak melanjutkan studinya, karena kemampuan adaptasinya sudah diasah ketika berada di organisasi kemahasiswaan atau sedang berada di tengah-tengah masyarakat, so sigoe teuk wahei syedara, bek le lalo ngon taheu, ledakkan potensimu.

Mungkin hanya sedikit mimpi yang penulis bagi untuk kali ini, karena resah rasanya kalau tidak mengapdate article di blog ini. Banyak mimpi lainnya yang menurut sebahagian orang menganggap remeh ataupun ada yang menganggap presticious, but its all depends on you. Mungkin menjadi kasir adalah pekerjaan yang didambakan atau lebih tinggi kaa..sirr(seperti di salah satu iklan pelega tenggorokan). Just be yourself and choose your path. Tidak harus mengikuti trend masa kini atau arus yang sedang mengalir, karena ini adalah hidupmu dan hari ini adalah milikmu,..

Tidak harus..

Tidak semua manusia sanggup untuk menjalani semua tantangan yang ada, bahkan untuk mencapai tujuan tertentu. Sayangnya banyak dari kita yang berambisius untuk mencapai tujuan tertentu namun tidak sanggup untuk melewati tantangan yang menghadang.

Kisah singkat yang aku baca di facebook menceritakan bahwa ada seorang mahasiswi yang melanjutkan studi ke luar negeri yang jauh dari tanah airnya, benua eropa. namun karena negeri tersebut mempunyai adat dan gaya yang berbeda dengan negeri asalnya, kewajiban yang ia jalani selama ini pun terasa susah untuk dijalankan. Mahasiswi muslim yang berjelbab ini merasa susah untuk menutupi kepalanya ketika sedang berjalan di tengah kota di eropa, apalagi kalau musim panas. “masak panas-panas gini pake baju serba tertutup” begitulah mungkin kira-kira komentar penduduk eropa yang membuat mahasiswi ini berubah pikirannya untuk memakai selendang saja atau bahkan tidak memakai penutup kepala.

Jika hanya untuk mimpi dunia semata, atau biar dipandang terpelajar, keren, wah oleh orang sekeliling kita karena melanjutkan studi ke luar negeri dan akibatnya harus melepaskan idealisme bahkan menggadaikan agama, semuanya menjadi hal yang tidak berguna. Paling cuman hanya 5 tahun belajar di luar negeri kemudian kembali lagi, atau bahkan menetap selama 30 tahun kemudian pasti meninggal. Dan semuanya harus dipertanggung jawabkan.

Juga tidak harus kita mengalami penderitaan yang begitu berat, yang sebenarnya tak sanggup untuk dijalani, namun dengan tujuan menunjukkan ketegaran sehingga penderitaanpun dijalani dengan muka tersenyum tapi hati menangis teriris, sampai-sampai kesehatanpun terabaikan. Padahal tak ada tawar-menawar dalam hal agama, prinsip dan kesehatan. Semuanya menjadi identitas kepribadian.

Pernah dosen kawanku di jogja curhat kepada muridnya, “saya mengambil pendidikan di UGM sampai S3, ngapain jauh-jauh keluar negeri, nyaman sekali tinggal di jogja ini”. Sampai-sampai kawanku berkeinginan kembali ke jogja walaupun kampungnya di palembang, karena memang sangat nyaman, penduduk yang ramah, makanan yang sedap pokoknya zona nyamanlah. Bukankah itu lebih baik daripada harus bersusah-susah banting stir ke negeri orang.

Namun, ada satu pesan yang menggugah dari dosenku “lebih bagus kita keluar dari comfort zone, sehingga potensi kita akan meledak dan pengetahuan kita akan lebih luas”, bagi yang suka tantangan dan tidak menginginkan hidup biasa-biasa saja, mari berpetualang. Namun kalau memang batin dan raga ini tidak siap, jangan sungkan-sungkan untuk mundur, karena “ketika satu pintu tertutup, maka akan ada 1000 pintu lainnya yang akan dibukakan, sayangnya kita terpaku pada pintu yang tertutup sehingga tidak melihat pintu yang dibukakan untuk kita “ Keep Struggle Bro..