Kamis, 27 Desember 2012

Tour de Lamno-SBY 1st Anniversary

 SBY (Sepeda Buatga Ya) merupakan salah satu club sepeda yang bermarkas di Banda Aceh. Kebanyakan membernya adalah mahasiswa/i alumni maupun yang sedang belajar di Universitas Syiah Kuala serta masyarakat umum. Club ini terbentuk berawal dari cerita-cerita santai setelah keliling kota Banda Aceh dengan sepeda. Mulai dari beberapa orang member, trip demi trip dijalankan. Pada saat terbentuk group di sosial media, barulah member SBY bertambah satu persatu. Trip pertama sekali Club SBY terjadi pada tanggal 25 Desember 2011, Pada saat itu membernya hanya beberapa orang saja. Saat ini member SBY sudah berjumlah puluhan orang yang terdiri dari mahasiswa, alumni, dosen dan masyarakat umum.
SBY sudah menjajal berbagai trip berat, diantaranya Kuta Malaka, Bukit Radar-Krueng Raya, Lampuuk-Goh Lemo, Mata ie-Brayeun dan berbagai trip lainnya. Biasanya di akhir pekan SBY melakukan kegiatan rutin sekaligus silaturrahmi antar member, kekegiatan rutin ini berupa gowes santai keliling kota. Pada saat liburan panjang ataupun hari libur nasional baru SBY menjajal trip berat. SBY merupakan club volunteer, group ini bersifat terbuka siapa saja boleh masuk dan bergabung. Member SBY juga tidak berkewajiban untuk bergabung di setiap trip, jika memang memiliki waktu luang dan kesiapan fisik yang prima maka trip terjal siap menyambut.
Setelah setahun SBY berdiri, muncul keinginan untuk merayakan ulang tahun perdana di trip yang spektakuler. Akhirnya terpilihlah Lamno sebagai destinasi perayaan satu tahun berdirinya SBY. Trip Banda Aceh-Lamno memang cukup menantang, selain karena jarak yang cukup jauh juga karena ada 3 gunung yang cukup terjal, yaitu Gunung Paro, Kulu dan Geurutee. Di ketiga gunung ini, fisik, nyali, kekompakan dan tempramen diuji. Pengaturan nafas serta manajemen energi sangat penting agar semuanya seimbang dan cukup untuk perjalanan pergi dan pulang. 

Rabu, 05 September 2012

Guide Backpacker

Tour Ala BackPacker ke Kuala Lumpur 6 hari untuk 7 org.

Tempat yg dikunjungi:
- KLCC/ Twin Tower
- KL Tower
- Petaling Street
- Genting Highland
- Putrajaya
- Aquaria*
- Bukit Bintang
- Dan tempat2 menarik lainnya.. :D

mulai dr Rp. 1.8 jt/org ++

harga termasuk:
- Makan
- Penginapan
- Public transport in KL
- Transport dari KLI Airport ke Penginapan (PP)
- Tiket Genting Highland
# Genting Sky Way. cable car (PP)
# Outdoor Theme Park
- Tiket Sky View KL Tower
- seorang Tour Guide

nb. semua perjalanan akan menggunakan Train & Public transport sehingga akan memberikan anda pengalaman yang berbeda dan mengesankan menjelajahi Kuala Lumpur dari sisi yg berbeda. :)

Guide Contact:
Ihsan 0852 370 10053

**Harga dapat berubah sewaktu2 mengikuti Kurs

Jumat, 01 Juni 2012

Sparta Road to Bukit Radar.

Kamis 17 mei 2012, ada apa dengan tanggal itu ??
kalo dikalender sih itu adalah tanggal merah, hari libur karena memperingat kenaikan isa almasih bagi kaum nasrani, tapi bagi kami kaum sparta sby club, itu adalah hari libur untuk saatnya menaiki bukit, haha. Yap kami kaum sparta kembali mencetak REKOR baru dengan berhasil tembus rute yang lumayan berat : Darussalam – blang bintang - bukit radar – krueng raya – benteng inong balee. Jarak tempuh total diperkirakan 75 km.

Perjalanan yang jauh dan melelahkan pastinya, dari yang tersesat, cidera lutut, sampai minum air bak mandi semuanya ada dicerita kali ini, dan untuk pertama kali sepanjang cerita perjalanan sparta, ini adalah trip dengan durasi paling lama, pergi pagi pulangnya malam. penasaran?? sok atuh dibaca

Pukul 07.00 sesuai kesepakatan kita semua kumpul dulu di warung kopi diseputaran darussalam, breakfast dan cek semua logistik. Namun karena hujan deras yang datang tiba2, keberangkatanpun terpaksa delay, sekitar pukul 9.00 baru akhirnya kita berangkat. Jalanan yang basah dan becek membuat kayuhan terasa berat, itu wajar ya, sesuai dengan hukum fisika “gaya gesek yang besar mengakibatkan perlambatan kecepatan” *ntah iya pun :D yang jelas kondisi jalan yang becek kayak gini membuat kami pada kotor semua, tapi kami senang, karena kata rinso “Berani kotor itu baik” itu artinya kami adalah cowo baik. haha


 
dari darussalam menuju bukit radar, akan melewati bandara dulu dan wajib poto2 dulu. jepreeet

 
dari bandara kita langsung go ke bukit radar, jalannya masih basah.

 
isi ulang angin

 
anda memasuki daerah militer TNI au, kecepatan 40km/jam, nah ini pintu gerbang menuju bukit radar

Secara keseluruhan, medan dirute kali ini lumayan landai, jalannya lebar, beraspal juga, walaupun sebagian besar jalannya sedang dalam perbaikan. Cuma pada saat turunan aja yang medannya lumayan ekstrem, soalnya kondisi jalannya hancur abis, banyak lobang2 yg gak bisa diprekdiksi, trus batu-batunya juga gak kecil2 amat, apalagi dengan kec tinggi, kami harus ekstra fokus dan optimal mengontrol sepeda. Loncat, rem, loncat, rem, blaassst kerikil2 kecil berhamburan, beuuh keren abis. haha.
yang paling keren itu adalh ketika kami berhasil mendarat dengan selamat.

 
yang penting Gaya

 
Tanjakan bos.. dorong dorong



Kenapa dinamakan bukit radar?? karena rupanya di bukit ini memang ada stasiun radar, “Stasiun Radar MSSR Bandara Sultan Iskandar Muda” namanya. Lokasinya ada dipuncak bukit, view dari sini keren banget, banda aceh keliatan kecil, pantai krueng raya juga terlihat indah :D tapi sayang kamera kami kurang mendukung untuk mengambil picture jarak jauh, jadi ya gak bisa mengabadikan momen bagus itu

Kamis, 31 Mei 2012

Conscious Consumers for Environmental Sustainability


Sustainable Consumption is important for us, for our future. Because we are human kind and we are not going to live forever. We need save this planet to our generation, the natural resources, water and the air, the elements of live.
The definition proposed by the 1994 Oslo Symposium on Sustainable Consumption defines it as "the use of services and related products which respond to basic needs and bring a better quality of life while minimizing the use of natural resources and toxic materials as well as emissions of waste and pollutants over the life cycle of the service or product so as not to jeopardize the needs of future generations
Because of that, we do need sustainable consumption and being green is not an option, its necessity. In my opinion sustainable consumption is not only an important issue for developing countries but also advance countries. We can’t say that because of the advance countries don’t care about environment, they keep grow up, the manufactory and vehicles keep produce the pollution, the people don’t pay attention about sustainable consumption, so we can blame it to them, or we can’t say that because of developing countries don’t know about this issue, the people don’t know how to manage their natural resources, how they use and consume in good way. This is our problems and it’s our job to solve it together.
In my opinion we should implemented these roles, first one is produce the better products, the way that we make the products is safe and minimizing the use of natural resources.
Second, cheaper price. If the better products in expensive price, only reach man will buy it. In fact most of people live in developing country in middle profits, which means they can’t buy expensive products. So the better products should sell in cheaper price.The last one is less damage, it should be the better products with sell in cheaper price and less damage.
As youth, the future of our nation, we should know about sustainable consumption and contribute in go green to save our planet. We can contribute in online campaign in social networks. Nowadays, the campaign in social network is powerful, because most of people are connected online. We also can educate people to people, from door to door, start with our area, regency. Next one is we can make a presentation in campus. Because university is the center of civilization, where the agent of change take place. The last one is use mass media. Printed media or electronic media will give big advantage to campaign sustainable consumption in developing country where not every people connected via online.
  

Selasa, 17 April 2012

SPARTA Road to Brayeun - Leupung.

 “Capek, tapi ini adalah REKOR” Sepertinya kalimat itu pas untuk mendeskripsikan trip kami kali ini, yap.. kami kaum SPARTA from SBY (Sepeda Buatga Ya) Club *sebengin rambut.

15 April 2012, sebuah REKOR baru  berhasil kami goreskan dengan tinta emas pada buku “SPARTA list trip” yaitu sebuah buku tua yang berisi agenda dan list perjalan extreem yang harus ditempuh kaum Sparta sepanjang hidupnya *pakai reben, tentu dengan menggunakan sepeda, bukan dengan honda atau yamaha apalagi rental avanza. Kali ini kami berhasil menempuh perjalanan nan jauh dimato menuju Wisata Pemandian Brayeun - Leupung. Minus plus jarak yang ditempuh ada sekitar 60 km PP.

Kali ini medan yang kami tempuh lumayan santai, tidak seperti minggu lalu ketika kami menaklukkan Kuta Malaka yang medannya super extreem *baca ini. Santai dalam artian 90%  jalan yang kami lalui adalah aspal mulus, selama perjalanan juga banyak tanda2 kehidupan seperti adanya orang yang lalu lalang dan bertebarannya orang jualan.

Start dari Blang Padang, pukul 08.30 kami berangkat ke TKP, rute yang kami pilih adalah sebagai berikut : BP – Mata ie (tembus ke Keude Bing) – LhokNga – Brayeun. Kami pilih Mata Ie sebagai rute, itu supaya ada sensasi tanjakannya, lumayan lah bikin Diyan Basri terkapar. haha. Tapi tidak untuk kami The Pure of SPARTA, ciak ciak ciak :D *info : Diyan Basri adalah orang baru, kebetulan dia berminat untuk  ikut dalam trip ini, namun apalah daya dia salah bawa sepeda. hahaha

Ideal sih menggunakan sepeda jenis MTB (Mountain Bike), tapi yang dia pakai adalah sepeda jenis BMX, yang mana menurut dunia persepedaan BMX itu cocoknya buat jalan santai sehari2 atau untuk free style karena memang BMX hanya didesain dengan fixed gear alias gearnya cuma satu. Tapi keren jugalah bisa berhasil menembus Banda Aceh – Brayeun. Congrats !!!

 
Start dari Blang Padang

numpang gaya di pamplet TVRI - Mata Ie

DOROOONG yan !!! selamat ngos2an

Belajar dari pengalaman kemarin, kami gak mau kelaparan di tengah hutan. Sampainya di lhoknga kami semua berhenti disebuah warung nasi, ya jelas untuk beli nasi, kalo mau beli KFC maka kami harus balik ke kota lagi.  well, setelah semua logistik ready stock, kami melanjutkan perjalanan... go go goo :D

Minggu, 08 April 2012

Ekspedisi Air Terjun Kuta Malaka


Kali ini ceritanya juga tentang Sepeda, apalagi kalau bukan tentang serunya nge-club bareng SBY, grup yang kepanjangannya agak maksa yaitu Sepeda buatga ya. Karena memang, kami memiliki sepeda bukan untuk kebutuhan primer melainkan kebutuhan gaya, sekaligus untuk promosi go green dan sebagai gaya hidup masyarakat modern. Walaupun sepeda yang kami miliki bukan dari keringat sendiri, ada yang punya oomnya, ada yang punya abangnya, sekali lagi, walaupun sepeda minjam, yang penting gaya, hehe..
Trip kali ini berawal dari keinginan untuk  memberi contoh kepada grup sebelah, yang juga menggaungkan tentang sepeda, tapi ga pernah bergerak serta mengekspedisi. Walaupun grup kami tidak ada seragam khusus, logo, SK apalagi NPWP, tapi gowes tetap jalan, track baru dijelajahi, ekspedisi tiap bulan dan hasil pengamatan saya sendiri sebagai kabid humas sby (macam apa aja..) tiap harinya ada saja anggota baru yang mau bergabung, walaupun mereka hanya liat-liat isi grup, foto atau Tanya jawab, poin yang ingin di sampaikan adalah, pencitraan sby dikalangan facebokerss sukses berat.
Setelah tertunda beberapa kali, akhirnya disepakati tanggal 8 April, sebagai tanggal ekspedisi ke air terjun kuta malaka. Ada tujuh member yang ikut serta, 6 diantaranya adalah sudah terbukti kejantanannya dan satu lagi ijal, member baru yang coba menantang alam. Alhamdulillah semuanya berjalan lancar,  mulai dari start di salah satu tempat tongkrongan favorit, Dhapu kuphi sekitar jam 9 kami berangkat menuju samahani, daerah dimana air terjun berada. Di tengah perjalanan kami singgah di Sibreh, salah satu Sparta, bang umam. Oiya.. Sparta itu julukan buat member yang suka ekspedisi dan track downhill, suka standing dan jumping trus ga takut lecet atau kotor sepedanya, dan mau merogoh kocek lebih dalam demi gaya bersepeda, hehe (aseli hiperbola). Intinya Sparta itu adalah sby, tapi tidak semua member sby Sparta.
Sekitar setengah jam kami istirahat di rumah bang umam, sambil menyantap boh giri, atau jeruk bali dan Alhamdulillah ayah bang umam nan dermawan menghadiahkan 3 buah jeruk bali untuk kami bawa ke air terjun. Setelah semuanya siap, dan persediaan air sudah di isi ulang, kami langsung  bergegas menuju samahani. Mulailah kami keluar dari jalan raya antar provinsi menuju track downhill alias bebatuan dan tanah. Mulai terasa paha pegal dan lemas, karena tanjakan yang luar biasa, ditambah cuaca yang menyengat. Terhitung beberapa kali kami melakukan pits stop.
Namun semua lelah, panas, pegal hilang ketika kami melintasi anak sungai. Nah, bayangkan ketika sudah panas, lelah dan pegal anda bertemu dengan anak sungai yang airnya jernih, bersih dan segar. Wuiiiih… yang pertama saya lakukan adalah, menggayuh sepeda secepat mungkin melintasi anak sungai tersebut, sehingga dengan kecepatan penuh tadi ketika ban sepeda meluncur di air, maka tercipratlah air tersebut bagaikan di film2 laga, wuiiihhh… saya berteriak kencang. Saya ulangi lagi, sehingga terekam dalam kamera. Luar biasa… unforgettable lah..
Rupanya itu bukan satu satunya anak sungai yang kami lewati, ada sekitar 5 anak sungai yang kami lalui, dan selalu saya melakukan hal yang sama ketika melewati anak sungai tersebut, sehingga basahlah semua badan dan sepeda. Sepeda yang tadinya bersih, ketika masuk sungai menjadi tambah bersih, namun setelah menanjak bukit-bukit terjal, ia menjadi kotor kembali.. dan turun lagi ke sungai sehingga bersih lagi. Kejadian tersebut berulang-ulang dan saya pun kegirangan.

Minggu, 18 Maret 2012

SBY – Speda Buatga Ya

Akhirnya saya akan membahas sesuatu kegiatan yang sangat dinanti ketika akhir pekan datang, sesuatu yang menjadi tren masyarakat modern yang peduli lingkungan serta kesehatan, sesuatu yang jika diajak keliling malah makin senang, yang membuat si kharisma, abang letingnya cemburu, sesuatu yang merupakan warisan dari generasi sebelumnya, yaitu bersepeda bersama si polygon. Kenapa saya sebut warisan generasi sebelumnya, karena memang polygon ini adalah warisan dari abang saya. Polygon resmi parkir di gudang rumah saya sekitar tahun 2009, pada saat itu abang saya sudah dinas di Banda Aceh. Terkadang polygon menemaninya ketika berangkat ke kantor, pun tak jarang saat weekend mereka ikut sepeda santai bersama. Memang pada saat itu saya masih mencari sebongkah pengalaman di kampus, jadi agak kurang perhatian dengan sepedaan.

Nah.. akhir-akhir ini kebersamaan polygon bersama abang saya agak sedikit renggang. Terkadang ia hanya tersenyum kaku di gudang, berminggu-minggu hingga ia menunjukkan sedikit kekesalannya dengan dikeluarkannya beberapa udara yang ada di kedua ban. Pada saat itulah saya melihat kesempatan emas, merajut kemesraan (heleh… macam apa aja) dan berpetualang ria. Terkadang terdengar suara dari roda-roda yang berputar, pada saat saya ragu-ragu ingin mengayuhnya, sang polygon berbisik “life is an adventure..!!” sehingga bertambahlah keyakinan saya dalam menjelajahi kota, rawa bahkan rimba yang ada di sekitar aceh nan sejahtera. Apalagi sekarang si abang sudah mengayuh bahtera bersama seorang wanita sholehah, sehingga saya sebagai adik satu-satunya diberi amanah untuk menjaga si polygon dan tentunya memaksimalkannya.

Ternyata gayung bersambut, saya bertemu dengan beberapa pengguna sepeda lainnya yang sering mutar-mutar kota di minggu pagi. Akhirnya kami membentuk sebuah club untuk memaungi para anggotanya, memang singkatannya agak sedikit maksa sih.. sepeda buatga ya, sehingga kalau disingkat mirip dengan presiden kita terhormat SBY. Knapa buat gaya, karena memang kami bukan atlit, bukan pejabat dan bahkan bukan politikus, kami hanya mahasiswa tingkat akhir. Sehingga kami menggunakan gaya masing-masing dalam bersepeda, ada yang gaya DJ, gaya akademis, gaya romantis dan bahkan ada yang ga pake gaya.

Kamis, 01 Maret 2012

To be world class university


If a university wants to be a world-class university, at least the university must have three major roles: (1) excellence in education of their students; (2) research, development and dissemination of knowledge; and (3) activities contributing to the cultural, scientific, and civic life of society. In this article we will focus on the first one, excellence in education of our students. How to upgrade the capacity and knowledge of students, bring international students to university and send the students in university to abroad.
We know that many ways to upgrade the knowledge of students, one of them is giving lecture in their class. Teach everything about science that they want to know and they will figure it out about what they learned and explore more. The lecturers just show the way and the students will dig it deeper. The other way is sending students to study abroad, to open their mind, experience new activity, learn the culture, doing research together and much more to get. It’s important for their future to live in society. Because when the students face real world they not only need hard skill that they learned in class but also they will need soft skill, like communication, leadership and others. When a policy to send students abroad takes too much cost, there is another way. Bring the international students to study in our university. At least more local students will interact with the international students, exchange the art and culture. So, the local students will feel like they live abroad. If the number of international students increases by time then our university becomes an international university which is one step to be world-class university.
As a rector of this university, I will build a close relationship with many countries and invite them to send their students to our university, and sign a memorandum of understanding that provide a chance to send our best students to study in their country. I will need an international affair that manage everything about students exchange and provide any information  the international students need. So this international affair will connect the international students that want to study in our university and local students that want to study abroad. If nowadays we provide a place for any country to build a corner in our university like, Japanese corner, India corner, Korean corner and many else, now we could make it in one corner in international affairs. I will make the international affairs for many purposes, such as for language training, intercultural study center, administration and others.

Senin, 27 Februari 2012

Menjamu tamu


“Sampaikan kepada mereka bahwa negeri kami aman, nyaman dan ramah. Jika anda berkunjung ke tempat kami dan merasa senang mohon sudi kiranya untuk diceritakan kepada sanak saudara, kerabat dan family lainnya, dan jikalau ada beberapa hal yang tidak mengena di hati mohon ceritakan kepada kami agar dapat diperbaiki dimana yang bocor, dinding yang retak, sudut yang tidak sedap serta rasa yang berlebihan.”
Menjamu tamu  adalah kegiatan yang mulia, layaknya jika kita berkunjung ke tempat saudara ataupun kerabat diseberang, pasti inginnya kita dilayani dan diperhatikan, nah.. seperti itulah seharusnya kita bertindak sebagai tuan rumah, mewujudkan apa yang ada di benak para tamu. Menjamunya seperti keinginan kita dijamu, memerhatikannya seperti kita ingin diperhatikan, karena ini adalah tradisi orang timur dan sunnah Nabi yang kita cintai.
Setelah beberapa kali bertamu ke negeri seberang, merepotkan kerabat yang dikenal serta numpang di beberapa tempat menyenangkan, Alhamdulillah kali ini ada kerabat yang datang untuk bersilaturrahmi ke kampung halaman saya, tempat yang indah nan permai, negeri yang tak tergantikan, daerah asal dari banyak pejuang, hehe… (hiperbolanya berlebihan ya..) dan dengan sigap saya menyiapkan penyambutan, karpet merah dibentangkan, makanan sedap tersaji, permaisuri tersenyum berseri-seri, penari-penari sibuk merapikan kain songketnya, sang musisi siap-siap mengambil nada, komandan upacara berdiri pada tempatnya dan saya kelabakan mencari kata-kata untuk dirangkaikan.
Setelah memarkirkan tubuhnya di bandara Sultan Iskandar Muda, pesawat yang diberi nama Lion itu memuntahkan isi perutnya yang diantaranya ada kerabat saya. Langsung setelah menyambutan meriah selesai, kami mengantarkan para tamu menuju istana tempat penginapan yang juga berdekatan dengan rumah Sang Pencipta yang rakyat Aceh beri nama Mesjid Baiturrahman. Setelah menyelesaikan ibadah di mesjid kebanggaan rakyat aceh tersebut, kami berkeliling sekitaran banda aceh yang berujung di ujung pulau Sumatra yaitu pantai ule lhuee.. menyantap jagung bakar nan manis pedas menanti matahari tenggelam dalam gelapnya malam.
Kedua kerabat ku ini mengunjungi aceh bukan tanpa sebab, usut punya usut rupanya mereka disuruh sama menteri pariwisata untuk mengecek dana yang turun dari pusat kepada beberapa daerah termasuk aceh. nah.. dana itu seharusnya dipergunakan untuk pemugaran beberapa situs pariwisata di banda aceh, aceh besar dan aceh tengah. Jadi mereka harus ngecek ke museum aceh, benteng indrapurwa, museum gayo dan danau laut tawar.
Oleh karena itu saya mengundang sohib sepakat sepenanggungan, tuanku ihsan dan syahril, karena memang skill saya dalam mengemudi belum mendapat lisensi dari yang berwajib dan pun sohib saya ini sangat lihai dalam menghangatkan suasana, apalagi ihsan yang katanya aseli barang banda aceh, dia sangat paham tentang sejarah dan cerita-cerita menarik tentang kota pejuang ini, ya… walau ga paham-paham kali minimal lebih paham dari saya  lah, hehe.. (semoga ihsan tidak membacanya).

Sabtu, 11 Februari 2012

Tahniah.. 4 tahun membersamai


Mungkin banyak pembaca sekalian yang menanyakan kenapa sebagian banyak foto yang ada di artikel blog ini ga nyambung dengan isi dan makna dari artikel tersebut. Terutama artikel yang fotonya terpampang aksi saya, padahal artikelnya menceritakn hal yang lain. Ya… selalu ada jawaban untuk semua pertanyaan itu. Memang bagi pembaca sekalian tidak nyambung, tapi bagi saya itu penuh makna dan sangat meaningful. Terkadang saya melihat-lihat kembali artikel yang saya tulis sambil menatap foto yang tertera, untuk renungan, pengambilan kembali hikmah serta nostalgia pengalaman. Intinya adalah, silahkan nikmati blog saya apa adanya seperti tersaji dan tertera, semoga banyak manfaatnya dari pada mudharatnya. Maaf juga kalau semua komentar baik yang tertulis maupun belum sempat ditulis ga bisa saya jawab secara memuaskan, atau terkadang banyak candaan yang terlalu berlebihan, sungguh.. ini semua senda gurau belaka, termasuk dunia dan segala isinya yang kalian cintai ini, hanya fatamorgana, oleh karena itu untuk apa disesalkan, diributkan dan di persoalkan, mari jalani dengan hati yang selalu terikat pada Allah, yang cintaNya takkan pernah kering, SinarNya takkan pernah pudar, kasihNya takkan pernah surut dan mari kita saling memperbaiki diri masing-masing, karena sungguh saya tidak akan bertanggung jawab atas apa yang anda kerjakan dan juga sebaliknya, hanya kita sendiri yang bertanggung jawab untuk kita sendiri.
Ah.. tak terasa sudah 4 tahun lamanya interaksi dengan si blog, terhitung postingan pertama di tanggal 10 februari 2008. Sebenarnya mau saya rangkaikan kata-kata layaknya puisi pengorbanan kepada si ‘kharisma’ tapi takutnya dia cemburu, makanya saya tuliskan artikel ini saja, semoga keikhlasan si blog yang saya beri nama ‘akhitaufiq’ tak berkurang, semoga ia selalu membuka pintunya lebar-lebar kepada seluruh tamu yang ingin silaturrahmi, dan menyajikan makanan dan minuman yang terbaik, layaknya yang telah dilakukan selama ini.
Mungkin bagi banyak penulis menganggap blog sebagai diary electroniknya, ataupun bagi wartawan menganggap blog sebagai laporan beritanya, atau bagi galauers membuatnya sebagai pelampiasan dan bagi saya ini sekali lagi hanya senda gurau belaka, kha..kha..kha.. sebenarnya berdirinya secara resmi blog ini adalah ketika saya baru saja pulang mengunjungi negeri matahari terbit, tanah airnya si tikus tembem doraemon, atau tempat berlarinya sinchan, yaitu Jepang, tepatnya Fukui Prefecture. Nah.. ketika baru pulang, ketua jurusan langsung kasi tugas, buat laporan perhari kegiatan yang dilalui di Jepang ditambah pak dekan langsung menginstruksikan buat resume selama mengikuti kegiatan, daripada artikel yang bejibun itu hanya tersimpan dalam kotak ajaib computer (krn waktu tu blum punya kotak model lipat alias laptop) makanya di publish di ‘akhitaufiq’.

Rabu, 01 Februari 2012

Ini liburan


Minggu-minggu belakangan cukup menguras dan menggilas waktu-waktu produktif dengan kegiatan bertaburan dengan manfaat serta pencapaian. Alhamdulillah semuanya berjalan lancar dan juga kejut demi kejutan bermunculan. Intensi adrenalin pun naik turun, tenaga yang terkikis oleh derasnya aktivitas serta iman yang tentu fluktuatif. Seperti layaknya anda melihat saya bak manusia seperi anda juga yang kadang merasakan emosi sedih dan juga riang, yang kapasitas keimanannya naik turun bak air dilautan, yang seperti di sabdakan oleh idola kita  bersama, Rasulullah nan agung.
Saya sebut ini liburan karena memang semua kegiatannya cukup mengasyikkan, mulai dari absen untuk ngopi, bakar kalori hamper stiap pagi walaupun malamnya tak lupa snack (agar seimbang, hehe), tak lupa buku holic, nge-blog, serta olahraga yang menjadi hobi yaitu berenang. Yang cukup mengherankan adalah tentang berenang. Dalam dua minggu ini saya sudah 3 kali, saya ulangi sekali lagi ya, sudah tiga kali saya mengunjungi pemandian air panas di daerah Krueng Raya yang jaraknya dari rumah saya sekitar 40 menit perjalanan dengan si kharisma dengan kecepatan rata-rata 60-80 km/jam.
Luar biasanya adalah karena jarak yang begitu jauh dari rumah saya dan karena pemandian air panas, jadi kami harus pergi pagi-pagi sekali. Karena kalau matahari sudah tersenyum merekah maka suasana agak sedikit hangat bahkan mulai panas, nah.. apa jadinya kalau cuaca panas dan kita mandi di air panas, jadilah daging rebus (hiperbola.com) intinya adalah ketika suasana masih sejuk paling pas mandi air hangat, nah situasi inilah yang kami incar.
Ba'da subuh yang dingin, kami mulai mengas 'kharisma' masing-masing, tak lupa dipersimpangan jalan berhenti sejenak untuk membeli nasi pagi, biar pas mandi ga kelaperan. Dengan jaket seadanya, helm dikepala, tancap lagi menuju Krueng Raya. Seperti yang saya jelaskan sebelumnya, sudah tiga kali kami berkunjung ke aset wisata daerah Aceh Besar itu. Kunjungan pertama cukup berkesan, karena tentu pertama mengunjunginya, jadi sperti turis2lah, lihat2 dulu ke daerah kawahnya, kemudian foto-foto dan baru ke kegiatan inti yaitu berenang. Kenapa kunjungan perdana cukup mengesankan karena pada saat itu kolam renangnya cukup bersih dan kehangatan airnya pas, kata pengelolanya, baru aja dibersihkan dan diganti airnya, jadi muantep.
Kunjungan kedua kami lakukan tepat selang satu hari dari kunjungan pertama, lebih pas saya sebut lusanya. Mantap kan.. ini baru namanya liburan. (maksa ya). Namanya kunjungan kedua tidak se-surprise kunjungan perdana, pun pada saat itu airnya terlalu panas (mungkin kompornya lupa dimatikan), jadi agak loncat-loncat mandinya, bak cacing yang ke.... hehe..

Senin, 30 Januari 2012

Berkharisma ria


Anda mau tahu sahabat yang selalu berjalan seiya sekata, dalam suka dan derita, bahkan dalam suasana gembira sekalipun ekspresinya selalu sama, dalam musibah sekalipun ia akan tetap berdiri tegak tak begeming, sehingga bisa ditebak ekspresinya ketika subuh dingin nan menusuk ia berjalan seperti biasa, keikhlasannya selalu sama, diajak mendaki gunung pun ceria, melintasi bukit, melewati lembah bak soundtrack ninja hatori pun tak melawan. Ialah si kuda besi, yang setia menemani melampaui hari-hari pribadi dalam dunia yang sensasional ini. Sang penemunya dari negara bermata sipit menamainya si kharisma, coba saja kalau yang menemukannya orang Indonesia, mungkin namanya akan berubah menjadi “mahasiswa” atau “es em a”  hehe.. soalnya diberita baik cetak maupun elektronik asik saja memanaskan isu pembuatan kendaraan terbitan SMK, aduh.. memang dunia makin nyentrik..
Baiklah, mari kita tinggalkan yang namanya berita, yang dimana saya curiga securiga-curiganya ada orang yang pandai pemikirannya tapi hatinya susah tertebak menuju kebaikan atau sebaliknya yang mengatur di balik layar, tentang berita yang beredar, tentang redaksi kata-kata yang tercetak atau video yang terunggah sehingga persepsi maryarakat di putar balikkan dan dicampuardukkan, bayangkan saja berita tentang penindasan Palestina tidak pernah menjadi sorotan atau pandangan tentang kebengisan tentara israel tak pernah mencuat, yang ada hanya pemboman teroris yang akhir-akhirnya menyudutkan posisi Islam dan seolah ingin meneriakkan kepada penduduk bumi bahwa Islam itu terroris. Layaknya di negara Indonesia yang kalian cintai ini, semua isu yang beredar seolah mudah tertebak arusnya kemana, padahal isu sebenarnya yang panut di gubris malah tertimbun oleh kasus-kasus ingusan yang berputar di lingkaran kecil. Sehingga masyarakatpun terlenakan oleh sajian tak berbotot, cerita yang mengundang emosi berlebihan serta adrenalin yang terbuang sia-sia. ah.. dunia engkau memang begitu banyak menyita perhatian.
Waduh.. padahal tidak mau membahas lagi masalah news, kok malah panjang lebar nih.. tak apalah, biar dunia mendengar tentang inspirasi yang datang dari seorang mahasiswa tingkat akhir, hehe.. mari kembali ke kharisma. Kreta yang satu ini (kok gada relnya ya?? ) sudah berumur lebih kurang 7 tahun lamanya, wah seharusnya udah masuk SD nih, yups, tepat di tahun 2005 ia resmi menjadi milik bersama keluarga kami. Saat itu baru setahun Tsunami menyapa Aceh loen sayang dan kami sekeluarga, saya dan 4 orang abang dan 1 orang kakak mengendarai bersama secara bergantian. Saat itu saya masih masa-masa Es Em A. dan  oleh karena demikian sehingga apalagi jikalau maka (ribet ya...) saya tak boleh membawa si kharisma ke sekolah, selain rame yang antri untuk mengendarai stiap harinya, pun pada saat itu masih ngetren naik damri dan gantungan di pintu masuk damri tersebut, wwuiiihh... berasa anak laki paling jantan kalau berebut naik damri dan bergantungan di pintu masuk, walaupun kursi didalam masih ada yang kosong.. hehe dasar naluri lekaki.

Kamis, 05 Januari 2012

Kenangan dan Harapan


Ketika anda melihat matahari bersinar di pagi hari, tanda nya apa?? Berarti anda bangun kesiangan, haha. Seharusnya anda bangun ketika matahari hendak terbit dan azan berkumandang sehingga perlahan fajar pun datang, itu dia mahasiswa dambaan bunda, kha..kha..khaa…anyway, ini tulisan pertama di tahun 2012, Insya Allah tahun  kesuksesan, perjalanan mencengangkan dan target-target yang terwujudkan. Artikel-artikel yang lain, walaupun saya publish nya di tahun 2012 tapi sebenarnya saya tulis di buku catatan sebuah matakuliah yang berat di akhir tahun 2011, saking beratnya saya tidak fokus dan lebih memilih untuk menuliskan kata-kata di otak  pinjaman ini, maklum ketika anda menyelam dalam kolam penuh angka dan logika di jurusan matematika, terkadang anda akan kehilangan konsentrasi dan memilih untuk mengalihkan perhatian dengan aktifitas menyenangkan lainnya, hehe (really, don’t try this at home).
Mari kita mengulang, refleksi perjalanan karier di tahun 2011. Dimulai dengan kegiatan sosial di desa burlah Aceh tengah, yang menyita banyak energi serta fikiran. Pengalaman ini memang tidak terbayarkan mahalnya, karena dari sinilah saya mempelajari tentang banyak hal, tentang kesederhanaan dan keterbatasan, padahal di akhir 2010 saya baru saja pulang dari kota serba canggih, Taiwan, dan langsung dihadapkan dengan desa Burlah yang sinyal hanpoen saja susah di cari. Sungguh Allah Maha Pengasih. Dari baksos dilanjutkan dengan perjalanan mengikuti musyawarah nasional ILM MIPA. Ini merupakan forum tempat berkumpulknya ketua BEM MIPA seluruh Indonesia, walaupun saya tampil di barisan orang tua, lumayan berkoar juga di forum itu, sampai harus mengunggapkan logika pematah argument, saya belajar banyak dari kegiatan ini, tentang bersilat lidah dalam forum nasional. Dalam perjalanan ini pula saya sempat berkunjung ke monument nasional dan mesjid kebanggaan Jakarta, miris juga, semua trademarknya Negara tetangga sudah saya kunjungi masak punya Negara sendiri belum, dan akhirnya terjadilah moment itu.
Pada saat agustus menyapa dan diwajibkan untuk berpuasa, saya malah jalan-jalan ke Malaysia dan singapura, sepertinya sepulang dari kunjungan itu berat badan turun beberapa puluh kilo, walaupun sekarang anda tidak bisa melihat bekasnya. haha.. sebenarnya ada satu hal yang belum terselesaikan mengenai kunjungan ke 2 negara tersebut, yaitu pada saat mengunjungi singapura, mulai dari naik kereta di Malaysia sampai tiba kembali ke Malaysia saya meminjam uangnya toke muchsin, mahasiswa master di UKM, dan Alhamdulillah sudah diikhlaskan oleh sang toke untuk tidak usah di tebus sehingga berjingkraklah saya melompat kengirangan.
Akhir 2011, perjalanan kembali dilanjutkan menuju ibukota Negara, tercatat 2 kali perjalanan saya lalui, pertama ke cibubur, bogor dan bandung yang kedua ke puncak, rawamangun dan seputaran Jakarta. Banyak cerita tergoreskan dalam artikel dalam blog ini sehingga tidak usah saya selipkan lagi disini.  Menjelang pergantian tahun, saya fikir ‘kegilaan’ itu telah usai, ternyata terus berlanjut. Pada tanggal 31 des sore harinya saya bersepeda santai bersama matematikawan lainnya, menyusuri indahnya kota banda aceh dan terus berlanjut hingga malam tahun baru, disaat yang lain membakar uangnya dalam bentuk mercun, kembang api dan sejenisnya, kami membakar kalori, aktifitas tahun baru yang sangat positife (really, try this at home).

Nutrisi Jasmani



Kebanyakan masyarakat di kota-kota besar yang penduduknya dimanjakan oleh kepintaran mesin sehingga membuat pekerjaan lebih simple. Oleh karena itu sehingga boleh dikatakan masyarakat tersebut dikatagorekian obesitas. lemak yang seharusnya digunakan untuk energy tambahan menjadi bertumpuk karena kegiatan yang menguras energy tidak lagi dikerjakan sudah diambil oleh mesin.
Sebenarnya kebangkitan teknologi berdampakl sangat positif bagi kehidupan masyarakat di dunia pesinggahan ini. Jika panas tinggal pencet tombol berhembuslah angin dari AC, ketika hendak berbicara dengan kerabat yang jauh tinggal pencet tombol langsung bisa berbicara melalui hanpone. Ketika rindu berkomunikasi, melihat gerak, interaksi lebih nyata tinggal gunakan internet, baju kotor masukkan saja kedalam mesin, maka dengan contoh tersebut dapat disimpulkan bahwa banyak kegiatan berkeringat terkurangi akibat fatalnya adalah lemak bertumpuk, badan kembung dan penyakit dengan lembut menyapa.
Setiap diri manusia terdapat tiga potensi yang harus dimaksimalkan secara bersamaan. Nah, ketika potensi tersebut adalah jasmani, fikiran, dan rohani, kali ini kita akan membahas satu saja yaitu jasmani sedangkan dua lainnya akan kita bahas dalam kesempatan bahagia lainnya. Doakan saja tidak mati lampu, karena jika listrik padam, ide dan kreatifitaspun hilang.
Potensi jasmani ini adalah badan serta fisik yang Nampak. Ketika semuanya berjalan lancer maka tubuh segar, aktifitas pun sukses. Karena tiap kegiatan kita, apakah itu ringan atau berat pasti memerlukan jasmani yang kuat. Sedikit saja terjadi serangan pada kekuatan fisik maka satu tubuh ini akan kompak menyuarakan kesakitan. Seperti halnya bisul yang tumbuh dikaki, walaupun dia berada di bawah tetap saja sakit terasa di otak dan seluruh badan. Sehingga semua fungsi organ serentak menyuarakan kata istirahat.
Apapun profesi anda tidak dapat menolak fungsi fisik. Fisik yang kuat sangat diperlukan. Prosesnya tentu tidak bisa secepat kilat. Dalam sekejab kita mendapatkan fisik yang kuat atau ketika firus menyerang badan dan gejala sakit menghadang, kita langsung vit seperti semula. Semua itu mustahil didapat namun ada kemungkinan bisa saja terjadi jika kita memberikan nutrisi yang tepat bagi tubuh ini. Ya.. nutrisi, sesuatu yang sangat diperlukan oleh jasmani kita, yaitu olah raga. Proses mengeluarkan keringat tersebut bisa saja menjadinhal yang sangat menyenangkan layaknya sebuah hobi, namun terkadang bisa juga menjadi aktifitas yang membosankan, melelahkan membuang waktu serta energy. Tinggal kita saja mengelola perasaan dan anggapan bahwa olahraga tersebut penting dan mengasyikkan dan mencari suasana serta prasarana yang mendukung mewujudkan hal tersebut.

Memahami Pluralisme


Penyalahartian tentang permasalahan bangsa berasal dari agama adalah salah besar. Terutama menyalahkan agama tersebut serta mengklaim bahwa suatu agama mengajarkan paham terorisme dan penghancuran seperti yang disematkan kepada Islam. Islam seharusnya menjadi agama pengabar gembira atau Rahmat bagi penghuni planet ini. Jika seorang muslim melakukan kesalahan seperti korupsi atau kejahatan criminal lainnya yang harus diperbaiki bukan agama Islam itu tetapi kapasitas si-muslim dalam berislam.
Nah… jika ingin membicarakan tentang permasalahan yang tengah melanda Indonesia seharusnya tidak membawa isu agama karena itu akan menambah keruhnya permasalahan. Jika kita ibaratkan tentang isu agama bagai sebuah kotak, maka kotak tersebut akan bertambah besar jika disentuh dengan cara yang tidak wajar, maka timbullah konflik antar agama.
Seyogyanya permasalahan Indonesia sekarang harus kita fokuskan pada pundak pemuda yang sedang membara, yang tingkah laku dan pola pikirnya menjadi teladan bagi masyarakat, yang kiprahnya disegani oleh setiap orang, yang hatinya bersih dari niat tercela serta kapasitas berfikir dapat membuat pendengarnya tercengang, dan walaupun pemuda tersebut diam, diamnya berwibawa. Selayaknya selayaknya seorang pemuda harus dan terus meningkatkan kapasitasnya dari hari kehari, masa kemasa. Pembelajaran yang dilalui tidak harus berasal dari dalam kelas karena lebih dari 60% hikmah maupun pembelajaran yang dapat membangun kepribadian dan membentuk karakter justru ada dalam masyarakat.
Sehingga ketika pemuda tersebut kelak menjadi pemimpin pemegang kekuasaan penting dalam negeri ini atau dalam suasana  sulit ia tetap tegar dan teguh pendirian. Dan ia bersikukuh untuk berada pada pihak kebenaran walaupun kebenaran itu berada pada pihak mayoritas maupun minoritas. Itulah pemuda harapan bangsa, ia yang tidak memikirkan kesuksesan jangka pendek saja, tetapi juga longterm menjadi target kepuasan walaupun ia memimpin hanya beberapa periode. Hebatnya lagi pemikiran sang pemuda dapat bertahan lebih lama dari umur pemuda itu sendiri.
Mari kita kembali ke tema artikel ini yaitu pluralism. Sejauh pemahaman penulis dan semoga pembaca sekalian mengkoreksi jika terdapat kesalahan, isu pluralism adalah nama lain dari hembusan-hembusan pemikiran sesat yang coba disuntikkan. Kita mengenal yang namanya perang pemikiran seperti di ungkapkan dalam kalam Ilahi surat Al-Baqarah ayat 120 yang dengan jelas dan eksplisit menjelaskan bahwa tidak akan rela non-muslim hingga kita mengikuti jejak mereka. Oleh sebab itulah mereka melancarkan berbagai macam jurus jitu yang masuk akal untuk menggoyang aqidah yang selama ini menjadi pondasi dalam keislaman kita.

Selasa, 27 Desember 2011

Buku Holic


Ternyata hanya 20% dari jumlah penduduk Indonesian yang gemar membaca dan secara berkala mengunjungi serta belanja di took buku. Angka yang fantastis menyedihkan bagi Negara dengan jumlah total penduduknya sekitar 240 juta jiwa ini. Padahal total penduduk produktifnya berjumlah 60%, nah apa jadinya kalau generasi muda jarang atau phobia membaca, seperti saya yang pada masa jahiliyah dahulu.
Yups, gaya baru telah merasuki kehidupan saya, yang mengubah seta menyita waktu-waktu produktif di bumi yang senda gurau ini. Memang kebiasaan membaca dan membeli buku telah mashur saya lakukan, walaupun frekuensinya tidak terlalu sering. Terkadang ketika mengunjungi pameran atau toko buku terkadang diri ini tak kuasa menahan tangan yang meraih dompet dan menyerahkan beberapa lembar isinya ke kasih, dan terjadilah transaksi itu. Transaksi yang mengubah mata uang menjadi investasi ilmu.
Setelah aktifitas kampus lumayan sepi, karena mulai pensiun dari aktivitas jalanan, maka banyak waktu luang tersisa. Dimulai dari mengunjungi teman, silaturrahmi, ngopi, hang out, online dan kegiatan lainnya mengisi hari-hari. Nah, saat itulah kebiasaan belanja, membaca buku membuncah kembali. Saat ini banyak buku yang sudah terbeli tapi belum sampai halaman terakhir terbaca, ada beberapa buku yang masih menyisakan tanda Tanya endingnya, bahkan ada yang covernya saja belum tersentuh.
Mulailah aktifitas membaca menjadi kegiatan di sela-sela berkeliaran di dunia yang fana ini, bak seorang yang haus akan ilmu, satu persatu mulai saya lahap isi buku. Terkadang nafsu ini membawa boomerang bagi kantong, pernah saya datang ke pameran buku untuk melihat-lihat, dan tak terasa uang di kantong berganti buku setebal kalkulus. Ya.. pada saat itu tersedia buku sejarah aceh yang sudah lama saya incar, dan Alhamdulillah ketemu. Sepertinya saya sekarang harus agak menjauh dari pameran atau took buku, takutnya semua tabungan terkuras.
Ada hal yang saya rasa unik mengenai proses membaca buku. Pernah suatu saat saya membeli buku yang berbau cinta, yaitu ‘kisah cinta para pejuang’ karangan Salim A Fillah yang sudah menjadi best seller. Setelah terpukau, dibingungkan, tercerahkan dan terceriakan dengan buku yang menjelaskan cerita cinta suci di jalan pejuang beserta contoh menakjubkan yang membuat pikiran saya tercerahkan, saya malah membeli buku cinta lainnya karangan Anis Matta yaitu ‘serial cinta’, uniknya adalah di tengah-tengah saya menyelami arti cinta yang luas dari kedua buku tersebut, saya menghadiri sebuah kajian yang rupanya sedang membahas bab munakahat atau pernikahan, wuiihh.. tersenyum-senyum saat kajian tersebut. tersenyum bukan karna baru pertama sekali menghadiri kajian tentang nikah, atau isi materi yang jenaka tapi saya terkejut kok kajiannya klop banget dengan apa yang sedang saya baca. Mungkin ini suatu petanda.. (biasa aja kaleee..). sepertinya saya tinggal membeli buku ‘kado perkawinan’ saja…

Senin, 26 Desember 2011

Nasihat Pribadi


Desember 26, 2011 disaat suhu kamar berada diangka 31 derajat, wuuiiihh.. satu persatu keringat bercucuran. Sebenarnya suasana diluar sedang hujan, tapi dari tadi suhu di dalam kamar tidak mau beranjak dari angka 31, mungkin ini biasa terjadi ketika hendak atau sedang turun hujan lebat, Insya Allah akan saya tanyakan fenomena ini kepada doctor di bidang fisika, doakan saja saya tidak ditawarkan untuk membuat algoritma hujan, haha..
Baiklah, daripada kita bicarakan hal yang sangat sensitive bagi mahasiswa tingkat akhir, mari kita santai sejenak untuk berbagi inspirasi untuk dunia yang makin sensasional. Hari ini masyarakat aceh ramai yang menggunakan pakaian serba putih dan berduyun-duyun berkumpul di lapangan golf lampu’uk kawasan Aceh Besar, karena tepat 7 tahun lalu Tsunami menyapa dunia dengan kelembutannya. Peringatan kali ini dipusatkan di kawasan tersebut walaupun di bebrapa tempat lainnya banyak juga warga yang melakukan zikir akbar, kanduri rakyat atau doa bersama di mesjid dan tempat yang memungkinkan lainnya. Saya sebagai warga yang taat dan patuh kepada orang tua, juga ikut-ikutan dalam memuja Allah bersama puluhan warga lainnya di salah satu mesjid di kawasan banda Aceh.
Namun ada beberapa hal yang ingin saya utarakan mengenai ceremonial yang kerap kita lakukan menyangkut suatu kebajikan. Kita sering kali terpaku dan terikat pada waktu, tempat dan situasi, seperti halnya peringatan Tsunami yang dihiasi dengan zikir, doa bersama dan kenduri (makan-makan), seolah-olah pada saat tersebutlah doa kita paling dikabulkan, seakan-akan hanya pada saat itulah zikir kita khusuk masyuk bertetesan air mata, dan seperti hanya pada saat itulah kenduri (makan-makan) harus diadakan, mungkin soal kenduri saya setuju, karena harga sembako dan barang lainnya pada saat ini begitu melonjak, jadi wajar kalau kenduri di buat setahun sekali.
Tapi dalam hal zikir dan doa kita membuat tanggal khusus untuk itu, yang di tanggal tersebutlah kita berlaku layaknya muslim sejati, dan menjadi pudar kapasitas muslim tersebut di lain hari. Apakah di hari lain kita tak boleh berzikir, apakah tetesan air mata tidak bisa berjatuhan di hari lain? Atau kekhusyukan tidak bisa datang di hari lain? Kita seakan mengkotak-kotakkan ibadah, dan menempelnya pada tanggal tertentu serta situasi khusus. Wajarlah kita berlaku bak muslim musiman, ketika musim duren bau nya keren, ketika musim duku perilakunya kaku, nah ketika musim langsat kita malah….. Astaghfirullah. Selayaknya sebagai muslim yang taat dimanapun dan kapanpun kita berusaha untuk mengalokasikan waktu khusus untuk berzikir dan berdoa (bukan setahun sekali), tidak harus pada saat peringatan tsunami baru kita melakukan refleksi, pada saat lebaran kita maaf-maafan, pada saat hijrah baru baca sirah, atau pada hari ibu kita baru teringat akan orang tua, sehingga status fesbuk, twitter pun ikut ikutan meriah. Pun janganlah kita terlalu phobia akan ritual ini sehingga terlalu ekstrim menentang kegiatan kebajikan ini. Insya Allah kegiatan tersebut bermanfaat dan bernilai ibadah asalkan sesuai syariat Allah dan tuntunan Rasulullah. Saya termasuk orang yang juga ikut berzikir, berdoa dalam peringatan kali ini, dan Alhamdulillah Allah menambah nikmatnya, karena setelah zikir rupanya ada kanduri besar-besaran di mesjid tersebut, tancap bro.. Alhamdulillah.

Selasa, 20 Desember 2011

Keceriaan kunang-kuang

Setelah menjalani dua hari dan tiga malam kegiatan resmi bertemakan ‘summit’ yang diluar ekspektasi, keceriaan itu pun berlanjut, setelah acara yls di tutup sambil menunggu angkot yang membawa kami ke simpang dimana bus menuju jakarta (karena kami di bogor), mulailah kunang-kunang ini bertingkah. Mulai dari balas-balasan serta adu gombalisme, adu garing hingga saling ejek-mengejek yang mengundang tawa besar bak bom bali II. Dan tawa itu berlanjut ketika kami sudah berada di dalam angkot bahkan tawa tersebut makin parah ketika kami berada dalam bus. Perjalanan dari bogor ke Jakarta yang menghabiskan waktu sekitar 3 jam terasa sangat singkat, ulah parah aktifis berbagai pergerakan ini menyatu padu ketika berbicara tentang keceriaan. Mereka menawarkan games tipu daya (permainan kata dan gerak), nyanyian sumbang, cerita ga nyambung sampai tingkah laku janggal yang kesemuanya lagi-lagi membuat otot-otot pipi sakit dibuat, karena harus tertawa.
Di Jakarta kami menumpang di rumah bunda Tatty, seorang Pembina kunang-kunang seluruh Indonesia, ya.. ia seorang pendiri sekaligus penasehat Forum Indonesia Muda. Tak ayal, jika ada kunang-kunang dari seluruh Indonesia boleh datang dan menginap di rumah ini, dan kamipun tak hanya numpang istirahat, termasuk menumpang makan, bersih-bersih hingga menumpang ketawa. Malam tersebut, ketika otot sudah member sinyal utk di offkan, ketika pipi kesakitan, ketika mata sayu, namun bukan namanya aktifis kalau tidur cepat, bukan namanya kunang-kunang kalau ngumpul ga heboh. Ya.. malam semakin larut tapi kami tetap terjaga, bermain warewolf, sebuah permainan karakter serta kecerdasan dalam menebak isyarat kata serta tingkah laku, yang menghanyutkan kami hingga tengah malam “stay wake up, until drop”, begitulah kira-kira.
Kagum, itulah kata yang menjadi kesimpulan ketika berinteraksi dengan keluarga bunda Tatty. Mereka melaksanakan shalat tepat waktu serta berjamaah, dan setiap tamu muslim yang datang wajib mengimami minimal di salah satu shalat wajib. Walaupun kami tidur tengah malam, namun subuh berjamaah, dan setelahnya jarang ada yang tidur. Suami bunda Tatty yaitu Pak Elmier, ternyata ia ceo dari sebuah perusahaan, hal itu Nampak dari jam kantor pak elmir yang ia tentukan sendiri, kadang-kadang berangkat jam 9, 10 atau jam 11. Wuiihh.. jadi terhindar dari kemacetan. Keluarga inipun tak kalah romantis, terpampang foto-foto bahagia mereka di dinding ruang tamu, di ruang tersebut juga terdapat sebuah piano, dan pernah di suatu pagi bunda dan pak elmir memainkan piano bersama sambil menyanyikan sebuah lagu romantic.. ah alangkah syahdunya, bak pengantin baru, aseli…irrriiii…
Kebiasaan backpackers adalah malam begadang dan siang jalan-jalan, itulah yang kami lestarikan. Ketika semuanya sudah berkemas, melangkahlah kami untuk pamitan, tapi mbak jetc salah satu putri pemilik rumah tersebut bertanya kami khususnya dari Aceh, apakah bisa tari saman, “tolong ajari dong anak2 FIM, mereka ada FIM TA (traditional art), tapi pelatih samannya gada”, langsung ku iyakan dengan anggapan bahwa saman=likok pulo dan liriknya memang sudah terposting di blog ini, jadi tinggal buka lewat browser di hp. Rencana latihan narinya adalah malam kamis dan dilanjutkan kamis pagi,karena pada saat itu adalah hari senin, dan kami ingin mengunjungi beberapa kerabat sehingga baru bisa kembali rabu malam, pun tiket kami ke aceh sudah terboking kamis sore, jadi klop.

Young Leaders 'Summit'

Desember 02, 2011 di pagi yang menyejukkan badan, kulangkahkan kaki dengan tas di bahu berangkat menuju bandara, memecahkan kesunyian dan kedinginan pagi itu. Ketika sebagian orang menikmati istirahatnya yang akan mengembalikan energy untuk beraktifitas ketika matahari menyongsong, saat sang mu’azin subuh hendak mengumandangkan panggilan di pagi itu, ku meraba dengan pandangan mengira bahwa bandara sudah mendekat. Tak lama setelah ibadah shubuh ku tunaikan, panggilan untuk boarding pun terdengar dan kami pun meminjam sayap si burung besi untuk terbang menerawang langit dan memecahkan awan serta kabut untuk mendarat di bandara ibukota Negara, untuk bertemu para pemuda harapan bangsa, yang senyumnya di rindukan, fikirannya dapat mencerahkan serta tingkah lakunya menjadi teladan. Dengan harapan bahwa kisah perjalanan  kali ini akan menjadi tambahan wawasan, perbendaharaan teman serta banyak kegiatan-kegiatan kebajikan ditoreskan.
Sebenarnya niat mula untuk mendaftar kegiatan ini bukan untuk mendapatkan esensi inti dari diskusi ataupun aksi nyata yang ditawarkan dalam kegiatan, tapi lebih pada dapat berjumpa keluarga kunang-kunangku yang berasal dari berbagai daerah Indonesia. Ya.. memang kegiatan Forum Indonesia Muda begitu banyak menggoreskan kisah yang tak terlupa sehingga membuat kami bak satu keluarga dengan satu asa, untuk Indonesia kami berjuang, kesejahteraan dan kejayaan bangsa. Alih-alih dengan alasan tersebut, kami bersepakat untuk mendaftar dengan keseriusan tingkat tinggi, dengan harapan lulus dan dapat mengambil esensial dari kegiatan yang ditawarkan dan sekaligus reunian. Ternyata, panitia inti dari kegiatan ini merupakan kunang-kunang yang seangkatan dengan ku, wah.. jadi makin terasa aroma kelulusan.
Seperti angin segar yang berhembus mengabarkan kabar ceria bahwa nama ku terdaftar dalam susunan nama yang lulus mengikuti kegiatan, berikut dengan sahabatku dari medan, bandung, padang, bogor, Makassar, banjar dan wilayah pulau jawa lainnya. Dari aceh sendiri delegasi berjumlah 2 orang, aku dan teman ngopiku. Ya.. memang kami sama-sama mendaftar dengan tujuan utama jalan-jalan,(dasar mahasiswa) hehe..
Kabar kelulusan tersebut segera meledak di dunia maya, janji-janji reuni di beberapa tempat diseputaran Jakarta pun terucap, kami sendiri sepakat untuk membeli tiket pergi saja, sedangkan kepulangan akan disesuaikan dengan rencana jalan-jalan bersama, maklum, mahasiswa tingkat akhir, jadi leluasa untuk mengatur jadwal kuliah. Sebenarnya aku masih mengambil beberapa mata kuliah, jempol saya berikan kepada dosen pembimbing mata kuliah tersebut yang sangat paham dengan keinginan yang membuncah di dalam dada tentang perjalanan ke Jakarta kali ini, sehingga tanpa banyak berfikir langsung saya kirimkan email ke dosen pembimbing termasuk ke ketua jurusan perihal tentang izin agar meninggalkan beberapa pertemuan kuliah untuk berangkat mengikuti ‘young leaders summit’. Saya bersembunyi di balik nama ‘summit’ tersebut, karena persepsi kami dan para dosen mendengar kata tersebut merupakan kata yang mujarab dan luar biasa jika seorang mahasiswa bisa ikut sebagai peserta, walaupun kenyataannya sangat bertolak belakang(semoga dosen saya tidak membacanya, hehe), Dan izinpun ku dapat.
Akhirnya kami pun bertemu di villa aryanti, cisarua, bogor. Kegaduhan dan suara ketawa melengking mewarnai acara resmi yang diadakan. Walaupun tak bertemu lebih kurang sebulan, tapi perasaan seperti keluarga yang tidak pernah bertemu dua dekade (hiperbola.com). akhirnya keadaan kami sebagai keluarga kunang-kunang pun terasa ekslusif, ketika ngumpul bareng, makan bareng, main bareng, diskusi bareng, sampai buat ribut pun bareng. Memang sih terasa seperti mencemarkan nama baik alumni FIM, hehe..
Pada acara Young Leaders Summit ini pesertanya di bagi berdasarkan nama-nama pahlawan di Indonesia. Aku dan 3 alumni FIM 11 masuk dalam kelompok Sam Ratulangi bersama 15 pemuda luar biasa lainnya yang berasal dari berbagai latar belakang serta pergerakan, termasuk juga umur, ada yang sudah sarjana, nikah dan bekerja, walaupun ada juga yang baru SMA. Jadi sangat nyaman bergabung dengan barisan senior di belakang. Hehe

Jumat, 16 Desember 2011

Perjalanan kemunduran

Perjalanan kali ini cukup menggores hikmah yang mendalam yaitu hikmah pengembangan kapasitas serta bertambahnya wawasan dalam diri sehingga proses upgrade diri yang mentransformasikan pribadi pembelajar ini menjadi sosok yang lebih punya modal untuk di bawa pulang ke akhirat kelak.
Sebenarnya di sisi lain dalam perjalanan ini saya merasakan kesedihan, irisan hati yang menyayat serta penyesalan. Karena perjalanan ini menggoyangkan konsep yang selama ini telah dibangun sejak awal perkuliahan. Konsep yang menjadi pegangan serta warna dalam jati diri, serta terkadang saya tularkan, terapkan serta bagikan kepada orang sekitar dan generasi penerus, pemuda-pemuda militan, kader yang haus akan jati diri sholeh, binaan yang selalu saya tunggu kehadirannya yang menjadi tabungan masa depan.
Warna yang mulai pudar tersebut terjadi memang karena beberapa faktor, karena jauh dari lingkungan tausiah, perjuangan dalam berdakwah serta yang mengambil peran paling besar adalah ibadah yang mungkin hanya menjadi kegiatan rutin yang diwajibkan sehingga dalam proses pelaksanaannya tidak menambah kadar iman yang ada dan diperparah dengan canda tawa yang berlebihan, senda gurau yang melampaui batas serta pandangan-pandangan yang illegal.
Implikasi dari keadaan diatas mengakibatkan kegoncangan dalam konsep berfikir dan terkadang mengarah kepada keadaan yang lepas control. Walaupun keadaan lepas kontrol yang dimaksud tidak sampai melampaui batas norma agama. Namun, sebagai kader dakwah, Pembina atau pribadi yang ingin selalu memperbaiki diri mengalami kemunduran yang begitu jauh, seakan berjalan ke arah belakang, masa lampau, masa dimana saya belum mengenal tarbiyah, suatu proses yang memanusiakan manusia.