Kamis, 29 Juli 2010

My Pleasure

My pleasure, itulah kata yang selalu keluar dari mulut Mr.Marr setelah kami mengucapkan xie-xie atau thank you karena ia telah membantu kami disetiap kesulitan. Mr.Marr adalah bapak 1 anak dan istri yang sudah bekerja di Academia Sinica selama 8 tahun. Pria lulusan master di bidang information management ini sangat ramah dan tidak bosan menjawab pertanyaan kami seputar MRT atau city bus. Karena kecakapanya dalam English yang bagus, Mr.Marr menjadi orang pertama yang kami tanyakan jika ada sesuatu hal yang perlu ketahui.

Mr.Marr memiliki seorang bayi perempuan, jadi setiap hari ia meninipkannya dan setiap jam 7 sore ia kembali menjemput bayinya tersebut. Ia selalu pergi ke kantor menggunakan skuternya atau MRT, layaknya orang Taiwan kebanyakan, walaupun ia memiliki Toyota vios silver, katanya, ribet mengendarai mobil disini, terlalu banyak jalan dan kendaraan. Yaa.. memang penduduk Taiwan kaya-kaya. Kami saja sewaktu sampai di Bandara dijemput dengan Cammry, dalam perjalanan dari bandara ke penginapan serasa seperti pak rector kita.

Mr.Marr tinggal di sebuah komplek di apartemen di kunyang, ia menyebutnya hanya gedung karena apartemen untuk orang kaya dan lebih mewah, tapi mungkin itu bagi kita adalah apartemen yang sudah lumayan untuk menjadi tempat tinggal.

Hari ini kami telah menyelesaikan ½ dari tugas yang diberikan, tadi pagi Mr.Marr juga memperkenalkan kami dengan Prof hsiou yang menjadi pimpinan SahanaCamp yang akan kami lalui pada akhir pekan ini (minggu pertama yang sangat padat).


Selasa, 27 Juli 2010

3rd Day, Feel Like Home

Langkah kaki pada pagi ini lebih cepat dan nikmat. Cepat, karena seharusnya aku berangkat lebih awal agar sampai di kantor tepat waktu. Memang semua peneliti di ruanganku tidak datang tepat pada waktunya, karena terkadang mereka menginap di kantor atau tidak ada kerjaan yang harus dikerjakan, bahkan pada saat jam kerja mereka ada yang chating atau facebookan, lebih parah lagi ada yang tidur diatas meja kerjanya, aku memahami semuanya karena mereka bukan sembarang orang, dan mereka ahli di bidang masing-masing, mungkin itu sebagai keringanan atas kerja yang memuaskan.

Memang pagi ini terasa beda, semangat dan kondisi badanku lebih baik. Aku berjalan bagaikan remaja gaul Taiwan yang berjalan dengan gaya yang ceria sambil mendengarkan music dari headset hpku. Memang suasana pagi ini tidak begitu menyengat karena jalanan basah dengan air hujan yang baru saja turun, tapi keringatku tetap bercucuran, maklum jalan kaki membuat badan ini suka mengeluarkan keringat, jadinya lebih sehat dan bugar.

Hari ini kami ditugaskan untuk mengedit skin dari MediaWiki, katanya butuh 2 minggu untuk mengeditnya, tetapi kami telah mengerjakan ¼ bagian dari tugas kami. Pada siang harinya, mataku terasa sangat berat, ingin sekali badan ini kurebahkan, sehingga aku tergiur untuk mengikuti gaya peneliti di kantorku, tidur pada saat jam kerja. Semoga bukan hanya gayanya saja yang aku tiru, tetapi otak cerdasnya juga tercopy (hehehe). Memang semalam aku telat tidur karena melewati hari yang melelahkan “tempaan dan pembinaan”, apalagi subuh disini cukup cepat yaitu jam 4 pagi, memang menyenangkan bisa bangun pagi ketika semuanya sedang terlelap dan banyak waktu luang untuk banyak agenda yang tertunda.

Karena tidur diatas meja kerja tidak nyaman aku memutuskan untuk pergi ke pustaka yang berada di lantai 2, pilihan yang tepat untuk tidur. Memang ally pernah berkata pada saat dia mengajak kami mengelilingi pustaka bahwa di sudut pustaka tersebut ada sofa yang pas untuk tiduran dan biasanya setiap siang ada saja yang tidur di sofa tersebut. Memang betul, ketika aku datang ke sofa tersebut aku melihat seseorang sedang tidur, sehingga aku mengambil sofa yang satunya lagi.

“taufiq, bangun, udah ashar” suara tersebutlah yang membuat mata ini kembali terjaga. Rupanya kawanku sengaja membangunkanku seperti yang kuamanahkan. Memang, tidur siang yang sangat nyaman dan aku siap untuk tantangan selanjutnya.

Setelah jam kerja selesai kami meminta izin kepada marr untuk pergi ke Taipower building untuk makan di restoran Duta Pertiwi lagi dan menemui kak neni di Taipe main station. Kawanku sudah beberapa hari ini tidak makan nasi, karena dia belum terbiasa dengan aroma khas makanan disini, jadi demi menjaga kesehatan kami melampiaskan kerinduan kami akan masakan Indonesia di restoran tersebut.

Dengan memegang erat peta MRT, kereta bawah tanah yang lajunya begitu kencang kami sampai di Taipower building station. Karena magrib sudah menjelang kami melanjutkan perjalanan ke mesjid kecil yang ada di samping Duta Pertiwi, Alhamdulillah masih terkejar jamaah magribnya. Setelah shalat magrib ada 2 mahasiswa S3 NTUST yang menyapaku, keduanya berasal dari ITS Surabaya, bang udin dan bang yunus. Aku banyak bertanya tentang keadaan ramadhan di mesjid tersebut, sesuatu yang sangat kurindu untuk kujalani.

Foto diatas menunjukkan bagaimana makanan kami malam itu, ya seperti ayam penyetlah di banda atau warungnya pak ulis lamnyong (hehehehe), ketika itu perasaan seperti di rumah dan terasi serta saus sambalnya menambah kelezatan sampai-sampai tak ada sebutir nasipun yang tersisa. Setelah makan aku kembali ke mesjid untuk shalat isya berjamaah, Alhamdulillah..

Setelah berbincang kecil dengan pemilik warung dan mahasiswa yang ada di duta pertiwi kami pamitan untuk pulang. Rupanya kak neni yang berjanji untuk bertemu di taipe main station tidak jadi datang karena meeting yang ia ikuti belum selesai, jadi kami langsung melanjutkan ke asrama kawanku. Semuanya berjalan lancar dan degub hati ini tidak berdetak kencang ketika perjalanan pulang, sepertinya kami sudah terbiasa dengan transportasi dan keadaan disini. Setelah mengantarkan kawanku, aku melanjutkan kembali perjalanan ke asramaku, kembali menggunakan gaya remaja Taiwan. Sesuatu yang kulewati dengan rasa syukur dan syukur.

2nd Day, Tempaan dan Pembinaan

Kaki ini terus melangkah dengan pasti, dibawah sinar mentari yang menyengat, ya.. hari ini cuacanya cukup cerah, sehingga membuat keringatku bercucuran. Besok aku harus membawa sapu tangan atau handuk. Mungkin berat badanku akan turun beberapa ons. Rupanya di sini setiap kendaraan berjalan di sebelah kanan, sehingga aku merasa sedikit aneh tapi tetap menambah keseruan hari keduaku di Taipe.
Setelah berjalan selama 25 menit, sampailah aku di gedung Institute Information of Science, dalam peta yang diberikan gedung tersebut merupakan tempat dimana aku akan magang. Ketika pintu utama terbuka secara otomatis aku bertanya kepada petugas di front desk lantai berapa tempatku berada, tetapi petugas tersebut kebingungan karena ketika aku menyebutkan Mar, dia tidak mengenalinya dan lebih parah lagi, kartu nama Mar telah hilang dari dompetku. Akhirnya aku sampai di ruang yang tepat setelah seorang wanita yang mengenal Mar memberitahukan kepada petugas front desk bahwa mar berada di lantai 4.
Hari ini list teman di Taiwanku bertambah, karena banyak peneliti yang berada di ruangku menyapa dan kami bertukar kartu nama. Tim dan Ally adalah mentor kami, khususnya Tim yang membimbingku selama magang. Tugas pertama kami adalah mempelajari tentang MediaWiki. Mereka memberikan waktu kepada kami satu minggu untuk mempelajari MediaWiki, mulai dari instalasi dan modifikasi. Namun pada siang harinya kami telah menyelesaikan semua tugas kami dan Ally merasa sangat terkejut dan dia bingung tugas apa yang harus kami lakukan untuk selanjutnya.
Pada hari ini juga kami diajak berkeliling gedung dimana kami magang, mulai dari pustaka sampai tempat dimana kami akan shalat setiap harinya. Setiap zuhur dan Ashar kami akan permisi dan menuju tempat tersebut untuk shalat, kecuali hari jumat (mungkin untuk cerita hari jumat lain kali ya..).
Pada saat makan siang tiba, Tim dan Ally mengajak kami ke tempat dimana kami bisa menemukan nasi, ya, casablanka. Persis yang ada di foto. Cukup mahal memang tapi puas karena disini untuk menemukan nasi cukup susah ,sama halnya dengan makanan halal.
Pada sore harinya, kawanku menelpon salah satu mahasiswa yang berasal dari Aceh, kebetulan ia sedang berada di Taipe dan ia mengajak kami untuk bertemu. Dan tepat pada pukul 06.00 sore ditemani oleh Mar kami tiba tepat di Stasiun Nangang untuk bertemu kak nani, mahasiswi aceh yang sedang belajar di Meaoli .Namun Mar segera pulang karena harus mengurus bayi perempuannya. Sambil menunggu kak nani kawanku mengambil banyak foto dengan berbagai macam gaya, rasa malu ini terasa sangat besar ketika kawanku memperlihatkan gaya yang nyentrik untuk di foto dan semua orang disekitar melihatnya dengan tatapan keheranan.
Sekitar pukul 6.40 kak nani sampai dengan bang ikbal dan bang deni, rupanya budaya asli aceh yaitu telat masih kak neni simpan dan lestarikan. bang Deni adalah mahasiswa S3 dan Ikbal mahasiswa S2, keduanya berasal dari universitasku di aceh, mereka melanjutkan studinya di Hsinchu. Bang ikbal banyak bercerita tentang perjuangannya selama sekitar 10 bulan di Taiwan, hati ini luluh dan sedih mendengar cerita yang penuh dengan tempaan dan cobaan. Rupanya begini hidup merantau.. sesuatu yang harus dilewati dengan ketegaran dan jiwa yang kuat.
Setelah berjalan-jalan di pusat kota Taipe kami kembali dengan kreta bawah tanah yang lajunya begitu cepat. Kami turun di kuyang station karena aku harus mengantar kawanku dulu, karena dia tidak yakin akan sampai ke asramanya jika sendirian. Rupanya kami berdua lupa dimana tepatnya asrama kawanku berada, kami berputar-putar di sekitar kuyang untuk mengingat dimana letak asrama kawanku. Hingga kami bertemu dengan orang Taiwan yang englishnya lumayan dan kami langsung menelpon mar dan menanyakan dimana alamat lengkap kawanku.
Setelah mengantar kawanku ke asramanya aku pulang menuju asramaku dengan city bus, dengan panduan peta yang diberikan mar, ku pegang erat-erat peta tersebut dan melihatnya berulang kali agar diriku tidak salah naik bus sehingga tersesat. Sekitar pukul 11 malam aku sampai di asramaku, luar biasa. Hari pertamaku banyak pengalaman yang menjadi pelajaran, rupanya samgat mudah pulang kerumah, walaupun hati ini berdegup kencang ketika di perjalanan, sendiri di tengah keramaian.

Minggu, 25 Juli 2010

Ya Rabb, Nikmat-Mu sungguh Besar

Pertama sekali melihat matahari terbit di Taiwan diwarnai dengan begitu banyak nikmat yang tak terduga. Rupanya dibelakang kamarku pemandangannya begitu mempesona. Ada hutan kota yang begitu asri dan jika malam menjelang maka mulailah jangkrik memainkan peranannya. Di samping hutan ada Public Cemetery, tempatnya di desain begitu elegan. Jika malam menjelang suasananya begitu tenang dan nyaman.
Semangat ini semakin bertambah karena tak jauh dari tempat tinggalku ada sebuah universitas yaitu China University, memang bukan universitas Top di Taiwan tetapi tinggal dekat suasana akademisi membuat diri ini semakin terpacu. Di depan China University ada terminal city bus sehingga tak perlu melangkah jauh untuk mencari kendaraan umum.
Tini, ibu berusia 40 tahun yang berasal dari jawa barat, banyak membantu untuk melewati hari pertamaku di Taipe. Mulai dari meminjamkan Sim Cardnya hingga memberikanku nasi untuk makan malam, iya memang, ketika berada di negeri orang, semuanya terasa seperti saudara. Alhamdulillah..
Tepat pukul 10.55 aku di jemput oleh Mr Mar, lebih cepat dari janji yang telah disepakati. Alhamdulillah aku sudah stanby didepan asramaku pada jam 10.45. Mr. Mar memang telah berjanji bahwa ia akan menjemputku pada jam 11 dan membawaku mengelilingi kota Taipe. Setelah menjemput kawanku yang berada di Kunyang, kami diajak untuk pergi ke Mesjid yang ada di kota Taipe. Mesjid pertama berada di depan Kampus NTU, namun karena lorongnya begitu sempit sehingga Toyota Vios milik Mr Mar tidak mungkin untuk masuk. Lalu dilanjutkan ke Mesjid terbesar yang ada di Taiwan. Kami sempat shalat zuhur dan berbincang dengan banyak mahasiswa Indonesia. Pertama ada bang wawan, mahasiswa S3 Teknik Kimia di NTUST yang berasal dari Kalimantan Selatan. Ia banyak bercerita tentang keadaan di Taipe dan menunjukkan Jadwal Shalat kepada kami. Lalu ada Bu husni yang berasal dari universitasku yang juga sedang mengambil S3 di bidang yang sama. Ya Rab, nikmat-Mu sungguh melimpah.
Lalu aku diajak ke rumah makan asli Indonesia Duta Pertiwi, tempat pertamaku makan nasi di Taipe. Dan kami mengambil beberapa foto bersama mahasiswa Indonesia dan penjualnya yang juga berasal dari Indonesia.
Ya Rab, nikmat-Mu semakin aku rasakan ketika Mr Mar mengajakku ke salah satu supermarket termurah, tak kusia-siakan kesempatan ini, langsung hunting barang-barang keperluanku yang memang telah di listkan dalam buku catatanku.

Senin, 28 Juni 2010

Catatan Kepengurusan PEMA FMIPA 09

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji kita panjatkan kepada Allah SWT yang telah menambah iman di setiap hati orang mukmin disamping kadar iman yang telah ada dan menetapkan hati ini agar selalu bersyukur serta bergerak untuk memberikan dan menebarkan kebaikan. Shalawat beserta salam kita haturkan ke pangkuan Nabi Muhammad SAW Pemuda dengan perangai tauladan, pemimpin yang adil, ayah yang penyayang, pedagang yang jujur, teman yang terpercaya dan pemimpin perang yang cerdas. Semoga keselamatan dan kesejahteraan dilimpahkan Allah kepada para shahabat yang setia dalam segala suasana, tabi’ tabi’in, ulama-ulama serta penerus-penerus agenda dakwah yang senantiasa menghabiskan waktunya untuk memikirkan ummat.

Tepat pada hari selasa, 29 juni 2010 kepengurusan PEMA FMIPA diberhentikan. selama setahun kepengurusan kami mengambil bagian dalam pergerakan mahasiswa yang menebarkan kebaikan serta barusaha memikirkan solusi terbaik dari setiap permasalahan. Dengan niat ikhlas serta tujuan amal kebaikan, dan didukung oleh mahasiswa-mahasiswa yang berhati jernih serta siap berbakti mengemban amanah yang telah dipikul.

selama kepengurusan banyak hal yang telah dilalui, mulai dari kisah penuh pembelajaran, kisah jenaka yang menghibur sampai virus merah jambu yang menganggu jalannya proses kepengurusan. namun, semua itu adalah warna-warni kepengurusan dan berjalan seiring dengan proses kedewasaan dan kematangan sikap dari seluruh pengurus.

kami memberikan penghargaan kepada pengurus yang memegang teguh komitmen mulai 1 detik setelah pelantikan hingga menit terakhir kepengurusan. "kita memulainya bersama-sama dan mengakhirinya bersama-sama". mungkin ini kata-kata yang pas untuk mengambarkan bagaimana kekompakan kepengurusan hingga akhir kepengurusan.

kami juga haturkan terima kasih kepada seluruh civitas academika FMIPA Unsyiah, sponsor serta handai taulan yang telah mendukung serta menyokong setiap aktifitas dan program kerja yang kami laksanakan. dukungan dari pihak-pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu-pesatu dalam membantu memutar roda kepengurusan sehingga tercatat dalam pengurusan Badan Eksekutif Mahasiswa yang mengalami peningkatan bahkan mengukir rekor baru selama kepengurusan.

Sudah sepatutnya sebagai mahasiswa yang bermartabat ketika berani mengambil sebuah amanah juga berani untuk mempertanggung jawabkan amanah yang sudah diemban. Oleh karena itu Pemerintah Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (PEMA FMIPA) Universitas Syiah Kuala telah memaparkan pertanggung jawaban baik jabatan maupun program kerja di hadapan keluarga besar mahasiswa (KBM) FMIPA Unsyiah, semoga menjadi titik introspeksi bagi kepengurusan sekarang dan menjadi tolak ukur dalam menjalankan roda kepengurusan kedepan.

harapan kami kepada periode kepengurusan selanjutnya dapat melanjutkan cita-cita perjuangan, serta dapat meningkatkan prestasinya. kata-kata "memberi sebanyak-banyaknya bukan meminta sebanyak-banyaknya" hendaknya menjadi titik acuan memulai pergerakan sosial ini. semoga semangat baru yang menggelora dapat dipertahankan hingga berakhirnya kepengurusan.

akhir kata, semoga setiap kontribusi yang kami berikan, gagasan yang kami lontarkan serta pembelaan yang kami lakukan dapat bermanfaat bagi Fakultas MIPA dan masyarakat Aceh umumnya.
Hanya ridha Allah yang menjadi tujuan pencapaian akhir.

PEMERINTAH MAHASISWA FAKULTAS FMIPA UNSYIAH 2009/2010

Minggu, 27 September 2009

What I've got from organization


There are lots of advantages that you can take from being a member in an organization. And if you a smart person, you could get something that you never thought. I want to tell you little bit about what are the advantages that you can take from join an organization. Here some of them:

Busy, join in an organization makes me busy, because there lots of thing to do but little time that I have. The advantages being busy are I lost my free times so that I don’t have time for doing activity that useless, being busy makes me little bit faster to solve problems or tasks, because after I finish a problem, another problem comes. So I must do it fast. The disadvantages of being busy are, sometimes I late. Late come to class, late come in meeting. Because, there are much to do, I must do it one by one and it takes time, but I always try to be good. Try to finish a task or problems on time, so it doesn’t bother my next schedule.

Relationship, being an organizer makes you have a chance to increase the number of your friend list and also you can build a relationship in every activity. Because when you make programs in organization and you are the leader of that organization, you need many people to make it success, because you can’t work alone, so you need someone else, friends are the answer. Beside that people will know you because you often speech in front of them, talk to them or teach them. You will meet various people with various attitude and characteristic. You know them and they know you so your know each other and it’s mean you have built new relationship.

Smarter, why I said smarter? I think be a member of an organization is about how improve you to be a better person. In an organization you are required to be smarter, smarter in manage yourself, smarter in lead a meeting, smarter in talk or speech in front of people, or smarter in make a joke. That is a result after you join in an organization. When you are in an organization you must keep learn, learn how to manage yourself, manage your organization and even manage people. You must learn how to speech in front of many people, built a good relationship and good attitude. If you keep learning while joining in an organization you will be a better person. We join the organization not become worker but we become learner, in the organization we learn and after we graduate we’ll apply the knowledge to our environment.

Joke for English learners

Nowadays, speaking in English has become standard capability. When a company or factory open recruitment for they employees the first and the important capability that the employees must have is English. Even, in campus if there a student can speak in English fluently, it isn’t big news. Moreover many lecturers will give a good point to the students if they can speak and write in English.

Many people afraid to practice English, they said “I’m afraid if he knows my mistake” or “I shame to practice English”. One day, I watched television that presented about English. The man in the show said that “don’t afraid to the mistake, because we learn from our mistake”. We can’t be success if we never did a mistake. We cannot speak fluently if we never speak false word, or misspoke.

There a story about a person that study hard, work hard to practice English. He speaking English the way that he wants, he didn’t think about the formula. So, one day his friends come to his home, here the conversation:

His friend : (tok…tok…tok…) he knock the door

Person : who’s there..?

His friend : me...

Person : who..?

His friend : me

He wondered who it is, so he opens the door and…

His friend : hi, it’s me..

Person : Oo… you, I think who, know-know you (saya kira siapa, tau-tau anda)

What a funny story, the person shows his desire to practice English. We can laugh read this story, but we must learn to this person. He really want to speak English fluently, maybe at that time he make a mistake but in other time he will correct our mistake, because he make the mistake first and he learn from the mistake.

In Mathematics English Club (MEC) we also push the student, specially the organizer to practice English. Our program is “Saturday is English day”. At the time we launched the program many student practice English not only in Saturday but also in other days. But now, we didn’t hear student practice English even in Saturday. Maybe we have to give some punishment.

In the end of this article, I want to say, English is a language. English is not a knowledge or science. We learn it to practice, to use it in our live. We can’t know if there a student have a good capability in English if he didn’t speaking in English. So practice, practice and practice….