Tari
likok pulo atau Tari Saman ditarikan pada saat menyambut tamu kerajaan atau
tamu kehormatan. Dulunya semua tari yang berasal dari Aceh hanya ditarikan oleh
laki-laki, namun saat ini telah mengalami modifikasi dan improvisasi sehingga
ditarikan juga oleh perempuan, tapi tidak pernah campur laki-laki dan perempuan
dalam satu tarian.
Isi
dari kebanyakan syair dalam tarian likok pulo adalah puja dan puji kepada Allah
SWT, shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, kisah-kisah penuh hikmah serta nasihat
kepada seluruh penonton. Pada tari likok pulo ini gerakan yang ditarikan
berfokus pada tangan, gelengan kepala dan ditarikan secara duduk. Gerakan yang
ditarikan menggambarkan fenomena sehari-hari, seperti gelombang laut,
salam-salaman dan fenomena lainnya.
Kecepatan
gerakan penari harus mengikuti irama syair yang didendangkan oleh seorang
‘syech’. Jumlah penari bersifat tentative, namun minimal berjumlah 8 orang
dan bisa mencapai 14 orang. Gerakan tari
dibagi menjadi genap dan ganjil, penari genap yaitu yang berada pada hitungan
genap begitu juga ganjil, ada pada saat-saat tertentu gerakan tari genap dan
ganjil berbeda.
Hai
aneuk nyoe
Lahem hai adoe
e………. Salamu’alaikum (Allah)
Lahem hai adoe
e………. Jame baro trok (Allah)
Lahem hai adoe
e………. Tamong jak piyoh (Allah)
Lahem hai adoe
e………. Duek ateuh tika (Allah
Gerakan 1 :
kedua tangan di tepuk ke lantai di depan lutut.
Gerakan 2 :
tangan di tepuk di atas lutut
Gerakan 3 ;
kedua tangan di arahkan ke kanan sambil jari di petik (2x)
Gerakan 4 :
kedua tangan di arahkan ke kiri sambil jari di petik (2x)
Gerakan 5 Genap
: posisi setengah berdiri dengan tangan kiri di depan, tangan kanan kebelakang
serta pandangan diarahkan ke kawan disamping kanan.
Gerakan 5 Ganjil
: posisi duduk dan menunduk dengan tangan kanan di depan, tangan kiri
dibelakang serta pandangan diarahkan ke kawan di samping kiri.
Gerakan 6 Genap
: mengikuti gerakan 5 ganjil.
Gerakan 6 Ganjil
: mengikuti gerakan 5 genap.
Selanjutnya semuanya
kembali ke gerakan 1 dan diulangi sebanyak 4 kali.



