![]() |
Drowning in word, inspiring the world
Rabu, 12 Oktober 2011
Senin, 10 Oktober 2011
Karena pemuda adalah potensi
Apa yang anda ketahui tentang Parlemen Muda ?
Saya mengetahui informasi tentang parlemen muda dari
jaringan sosial yang dikirimkan oleh teman. Parlemen Muda ini mencoba
mengumpulkan pemuda yang berfikir kritis dan mempunyai latar belakang aktifis
dari setiap provinsi yang ada di Indonesia untuk duduk dalam satu forum
membahas isu mengenai demokrasi dan permasalahan masyarakat. Tak hanya itu, di
dalam forum Parlemen Muda ini juga diberi pelatihan tentang partisipasi di
ranah politik,membangun kecakapan dalam berbicara serta berfikir untuk
menemukan solusi dari permasalahan sehingga setiap lulusan dari forum ini
merupakan pemuda yang siap memimpin dan terjun langsung ke masyarakat.
Alasan terhadap isu yang ingin di bahas.
Pendidikan merupakan elemen terpenting dalam membangun
peradaban yang mapan di negeri ini. Indonesia yang sedang berkembang
membutuhkan sumber daya manusia yang banyak yang bergelut di berbagai disiplin
ilmu. Indonesia akan lebih maju dari segi teknologi serta peradaban jika jumlah
masyarakat yang berpendidikan tinggi semakin banyak, sehingga pola fikir
pembangunan yang searah bisa diterapkan. Ketika masyarakatnya sudah berfikir maju maka lingkungan yang
sehat akan terbentuk, baik sehat secara pola fikir yang rasa sosialnya tinggi
maupun sehat secara fisik. Sehingga kesehatan masyarakat juga akan terjaga dari
penyakit-penyakit sosial yang sudah sangat kronis seperti korupsi, kolusi,
nepotisme serta penyakit fisik.
Apa permasalah yang anda ketahui di daerah anda terkait dengan permasalahan yang akan didiskusikan di sidang Parlemen Muda ?
Di
Aceh permasalahan yang sedang bergejolak adalah
ketidakpercayaan antar elit politik yang sedang berkuasa, baik yang
sedang
berada di legislatif maupun eksekutif. Komunikasi yang terputus antara
kedua
penguasa tersebut membuat keruh ditataran masyarakat sehingga terjadi
konflik
yang memicu adrenaline dan bahkan tak jarang mengundang tumbangnya
korban jiwa. Permasalahan kedua adalah kedewasaan berfikir, baik pejabat
pemerintahan,
pembuat kebijakan, masyarakat bahkan termasuk pemuda. Jumlah masyarakat
yang
besar didukung dengan tersedianya sumber daya alam yang melimpah
seharusnya
mampu mensejahterakan kehidupan penghuni di provinsi ini. Namun
nyatanya, para
pembuat kebijakan tak mampu bertindak sebagai organizer untuk mengelola
semuanya. Bahkan banyak dari kekayaan alam di jual secara mentah dan ada
bahkan
dibiarkan begitu saja. Begitu juga dari segi masyarakat yang termasuk di
dalamnya
elemen pemuda. Proses berfikir kreatif serta menghasilkan ide brilian
untuk
mengolah permasalahan menjadi solusi bersama sangat jarang kita dapati.
Begitu
banyak potensi di daerah ini yang bisa diolah sehingga menghasilkan
produk
ekonomi yang laku di pasaran.
Rabu, 05 Oktober 2011
Second THE Fair
Untuk kedua
kalinya salah satu Negara bermata sipit datang ke Aceh untuk mempromosikan
pendidikan tinggi di Negara mereka. Ya.. Taiwan Higher Education Fair digelar
lagi di Aceh, tepatnya di kawasan kampus ternama di Aceh. Untuk kedua kalinya
mereka datang khusus dari Negara Formosa khusus ke Indonesia untuk mengundang
putra-putri terbaik bangsa untuk melanjutkan studinya di Taiwan. Sama seperti
tahun kemarin, para Taiwanese ini datang dengan membawa informasi lengkap
tentang universitas, gaya hidup, entertainment serta informasi berguna lainnya
yang tentu akan memperluas si calon penerima beasiswa ditambah dengan beberapa
souvenir unik dari masing-masing universitas dan daerah untuk menarik
pengunjung. Namun tahun ini ada sedikit perbedaan, ada plus dan minusnya.
Plusnya adalah kali ini mereka tidak hanya menawarkan informasi tentang
universitas dan beasiswa namun juga mereka langsung mengadakan test bagi calon
penerima beasiswa. Yang minusnya adalah universitas yang hadir menyusut sekitar
10 universitas dari tahun kemarin, bisa jadi disebabkan oleh banyak
faktor, ya…kita Cuma bisa berfikir
positif sob.
Terlepas
dari maksud dibalik layar, terlepas dari “tidak ada makan siang gratis” dan
maksud hati untuk berprasangka baik terhadap perbuatan baik yang dilakukan oleh
orang lain saya mewakili pribadi (sedapp.. gaya pidatonya sby nih)
mengancungkan dua jempol untuk pemerintah Taiwan yang sudi kiranya berangkat
dari Negara nan jauh di sana menghabiskan 4 jam perjalanan ke negeri
khatulistiwa khusus untuk mengundang putra-putri terbaik bangsa untuk
melanjutkan dan merajut mimpinya di Negara yang menggunakan bahasa mandarin
tersebut. Walaupun nantinya ada timbal balik dari pemerintah Indonesia atau
khususnya aceh untuk membalas budi tersebut. ya.. seperti yang saya sebutkan di
atas, namanya juga perbuatan baik, harus kita terima daripada susah-susah
memikirkan efek negatifnya yang membuat makin kusut pikiran di kepala, jadi
tambah tua, nambah banyak dosa, akhirnya masuk neraka, Astaghfirullah..!!
Pada
tahun kedua ini saya diberi kesempatan untuk menjadi pendamping stan National
Koahsiung First University of Science and Technology (NKFUST) mantap nama
universitasnya kan, panjangnya seperti kereta api. Pertama kali mendengar bahwa
saya ditugaskan di universitas ini saya langsung tersenyum, karena kota
Koahsiung pernah saya kunjungi setahun yang lalu, tepatnya di bulan September tanggal
17-19 tahun 2011. Kunjungan selama tiga hari tersebut dimaksudkan untuk
menghadiri sekaligus memenuhi undangan sebagai salah satu pembicara di
International Conference on Open Source (ICOS) di Koahsiung Medical University.
Kalau sobat-sobat membuka fb saya di daftar album anda bisa melihat foto-foto
saat saya menjadi pemateri di seminar internasional judul albumnya “invited
Speaker” (promosi dikit boleh kan, hehe).
Senin, 26 September 2011
My Personalized
I
grow up in Aceh culture neighborhood. The beautiful culture teaches me how to
respect older people and love younger people. My education background is same
as most people in Aceh. Six years in elementary school, three years in junior
school and three years in senior high school.
When
I was in senior high school, I had a chance to learn traditional dances, there
are Rapa’I Geleng, Likok Pulo and Saman. It is a great chance for me to
introduce our beautiful dances to other people. In 2007 I enter mathematics
department, Faculty of science, Syiah Kuala university. In my first year, I had
a chance to follow Student Critical Thought Competition Paper National Level On
Field Politics, Law and Security Held By Ministry of High Education (Dikti). I
was invited by Dikti to present our presentation in Surabaya. Also in 2008, I
had a chance to went to japan, to follow student exchange together with 9
students and 2 lecturers from Faculty of science. Last July to September, 2010
I had a chance to went to Taiwan to follow summer internship program together
with my college friend.
I
ever travelled to Japan and Taiwan to make relationship and improvement to
myself. Open my mind and engage with global community. I still keep in touch
with the professors, friends in that country but it not enough. Right now, my
English still poor and I need more experience to make me become ready to face
the world.
I
also try to be a good member and leader of organizations. I joined Lembaga
Dakwah Kampus FMIPA, PEMA FMIPA, PEMA Unsyiah and ILMMIPA Indonesia. There are
a lots of thing that I learned when I was in organization, I also have a chance
to traveled some city in Indonesia like Riau, Pontianak to attend student
meeting. I have a lots of story during my college time and some of the story I
wrote it in my blogsite: www.akhitaufiq.blogspot.com. I just share what I have
got so everyone could feel what I feel and learn from my experience.
I will continue learning in everywhere, every time during my life time to make me become a good person and leader in the future.
I will continue learning in everywhere, every time during my life time to make me become a good person and leader in the future.
Mohon Hamba Pada Mu
Ketika hamba mengingatinya, Rabbi
Mohon jangan lantunkan hamba dalam angan percuma,
Namun tunjukkanlah bahwa mengingat-Mu selalu lebih utama…
Ketika hamba merinduinya, Rabbi
Mohon jangan gerakkan bibir hamba untuk merangkai kata,
Tetapi tuntunlah hati hamba untuk menghamparkan doa kebaikan baginya…
Ketika hamba melabuh harap bersamanya, Rabbi
Mohon jangan lalaikan hamba dalam kilau dunia semata,
Tetapi semoga Engkau menangkan hati hamba untuk lebih mendambanya dalam keabadian surga…
Dan jika nantinya pun Engkau sandingkan dia dengan yang lain,
Mohon jagalah hati hamba dari sendu yang terlalu,
Dari kepedihan yang sulit terurai waktu…
Ingatkan hamba, Rabbi;
Bahwa hamba selalu memiliki cinta-Mu…
Cinta itu Engkau tumbuhkan,
Engkau kuatkan penjagaan selaras tuntunan,
Dan hanya izin-Mu juga yang akan sanggup menghapuskan…
Dikutip dari dakwatuna.com
Mohon jangan lantunkan hamba dalam angan percuma,
Namun tunjukkanlah bahwa mengingat-Mu selalu lebih utama…
Ketika hamba merinduinya, Rabbi
Mohon jangan gerakkan bibir hamba untuk merangkai kata,
Tetapi tuntunlah hati hamba untuk menghamparkan doa kebaikan baginya…
Ketika hamba melabuh harap bersamanya, Rabbi
Mohon jangan lalaikan hamba dalam kilau dunia semata,
Tetapi semoga Engkau menangkan hati hamba untuk lebih mendambanya dalam keabadian surga…
Dan jika nantinya pun Engkau sandingkan dia dengan yang lain,
Mohon jagalah hati hamba dari sendu yang terlalu,
Dari kepedihan yang sulit terurai waktu…
Ingatkan hamba, Rabbi;
Bahwa hamba selalu memiliki cinta-Mu…
Cinta itu Engkau tumbuhkan,
Engkau kuatkan penjagaan selaras tuntunan,
Dan hanya izin-Mu juga yang akan sanggup menghapuskan…
Dikutip dari dakwatuna.com
Sabtu, 10 September 2011
NGO pi
Ini
bukan cerita tentang NGO (Non-Government Organization) atau yang dalam bahasa
Indonesianya sering disebut dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Karena ini
sepenuhnya tentang aktivitas ringan “minum kopi” atau bahasa slanknya ngopi.
Aku
tidak akan bercerita tentang uniknya Aceh dengan warung kopi bertebaran di
berbagai sudut kota. Juga bukan tentang
kopi aceh yang sangat terkenal dan harum serta rasannya yang khas. Atau tentang
kopi luwak yang mahal itu dengan proses pembuatannya yang mungkin masih
dipertentangkan oleh masyarakat karena melalui proses feses dari sebuah
binatang.
Karena
ini cerita tentang proses menambah database teman, mempererat tali silaturrahmi
serta proses pertukaran ide dan fikiran, yang terkadang prosesnya sering berlangsung
sambil ngopi. Akhirnya aku menyukai aktifitas ngopi, walaupun terkadang kuhindari
agar tidak keseringan serta terkesan membuang waktu. Karena juga terkadang jika
aktifitas ngopi tidak dibarengi dengan obrolan yang berkualitas, diskusinya
bisa tidak terarah pokoknya berefek negative lah…
Berawal
dari gabung konkow bareng sesama aktifis di kampusku, sesama kawan letting di
perkuliahan, kawan SMA, SD. Apalagi di moment hari raya Idul fitri ini,
kebanyakan kawanku yang sudah melanglang buana pulang ke Aceh, pada saat itulah
kami ngumpul di warung kopi. Seperti semalam aku ngopi bareng sama abang-abang mahasiswa
dari berbagai universitas dan negara. Ada yang sudah selesai Masternya di
Taiwan, ada yang sedang menyelesaikan Ph.D nya bahkan ada yang postpone S1 nya,
hehe.. beragam latarbelakang membuat diskusi semakin mantap, walaupun canda
tawanya pun menggelegar.
Aku
hanya ingin membangun link seluas-luasnya dan mengenal banyak orang dengan
berbagai ragam profesi serta latarbelakang, memerhatikan bagaimana pola pikir
mereka, cara mereka mengeluarkan ide serta gagasan, membangun rencana kehidupan
serta cara mereka membuat orang lain tertawa, karena aku yakin, rezeki datang
dari pintu yang tak kuduga. Bisa jadi rezeki itu Allah titipkan dari salah satu
tangan mereka, dan pun karena kita makhluk sosial dan diciptakan beragam
sehingga kita dapat mengenal satu dan lainnya. dan terkadang aku sangat
bersemangat untuk membantu orang yang meminta bantuan kepadaku (jika memang
bisa aku selesaikan), senang rasanya bisa menyelesaikan kendala yang dihadapi
oleh orang lain. Dan aku ingin menolong lagi banyak orang karena aku ingin
Allah menolongku dalam banyak hal…
Jumat, 02 September 2011
Yang Mana niat mu..??
Semua
mahasiswa berlomba-lomba agar mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studinya
ke luar negeri, karena memang untuk melanjutkan studi membutuhkan dana yang
tidak sedikit, apalagi ke luar negeri, harus jual tanah dulu..hehe. Pak dekan
ku pernah menghitung-hitung katanya biaya yang dihabiskan untuk menempuh studi
master bisa mencapai 500 sampai 700 juta, kalau untuk Ph.D (bahasa keren untuk
S3) bisa mencapai 1 M, nah.. mau ngemis dimana biar dapat dana segitu..??
kredit di Adira (biasanya mahasiswa kalau beli laptop ambel kreditnya disini
nih..)..??
Nah..
pasti anda tergiur kan untuk dapat beasiswa, gimana gak, bayangin aja kalau
kuliah di Ausie masyarakatnya ramah banget, ausie tu terkenal dengan interaksi
sosialnya yang tinggi. Atau anda mau kuliah di mata sipit, baik jepang cina
atau korea?? Atau di Eropa, kalau kuliah di eropa udah belajar sama pakarnya
trus kita belajar di gedung-gedung tua, makanannya pun mengundang selera.
Beberapa hari ini aku baca buku success stori nya para penerima beasiswa
Erasmus Mundus, beuh.. iri banget rasanya.. Erasmus Mundus memberikan beasiswa
plus kesempatan jalan-jalan dan makan-makan. Bayangin aja, kita bisa kuliah
minimal di 2 negara di eropa, trus smua dananya di tanggung, bahkan ada yang bawa
keluarga lagi.. wah.. bisa honeymoon disana sekalian.
Tapi
apa sih niat anda sebenarnya untuk berjuang berdesak-desakan, rela begadang,
bahkan dana di korbankan untuk mendapat beasiswa..?? setelah diskusi sana-sini,
buka buku dan bertapa di gua, akhirnya aku menemukan beberapa alasan mereka
yang berjuang mencari uang untuk belajar di luar negeri, cekidot gan..
1.
Mencari
Ilmu
Inilah
alasan yang paling idealis, atau alasan untuk menutupi alasan kesenangan
lainnya. Biasanya kalau nanya ke mereka yang mencari beasiswa pasti jawaban
standarnya untuk meningkatkan kapasitas keilmuan, karena di Indonesia kurang
bagus pengajarnya atau fasilitasnya kurang, akses informasi yang serba cepat
serta kompetisi tingkat international membuat kita terpacu untuk menjadi yang
terbaik.
Langganan:
Postingan (Atom)



