Senin, 10 Oktober 2011

Karena pemuda adalah potensi

Apa yang anda ketahui tentang Parlemen Muda ?
Saya mengetahui informasi tentang parlemen muda dari jaringan sosial yang dikirimkan oleh teman. Parlemen Muda ini mencoba mengumpulkan pemuda yang berfikir kritis dan mempunyai latar belakang aktifis dari setiap provinsi yang ada di Indonesia untuk duduk dalam satu forum membahas isu mengenai demokrasi dan permasalahan masyarakat. Tak hanya itu, di dalam forum Parlemen Muda ini juga diberi pelatihan tentang partisipasi di ranah politik,membangun kecakapan dalam berbicara serta berfikir untuk menemukan solusi dari permasalahan sehingga setiap lulusan dari forum ini merupakan pemuda yang siap memimpin dan terjun langsung ke masyarakat.

Alasan terhadap isu yang ingin di bahas.
Pendidikan merupakan elemen terpenting dalam membangun peradaban yang mapan di negeri ini. Indonesia yang sedang berkembang membutuhkan sumber daya manusia yang banyak yang bergelut di berbagai disiplin ilmu. Indonesia akan lebih maju dari segi teknologi serta peradaban jika jumlah masyarakat yang berpendidikan tinggi semakin banyak, sehingga pola fikir pembangunan yang searah bisa diterapkan. Ketika masyarakatnya sudah berfikir maju maka lingkungan yang sehat akan terbentuk, baik sehat secara pola fikir yang rasa sosialnya tinggi maupun sehat secara fisik. Sehingga kesehatan masyarakat juga akan terjaga dari penyakit-penyakit sosial yang sudah sangat kronis seperti korupsi, kolusi, nepotisme serta penyakit fisik.
Apa permasalah yang anda ketahui di daerah anda terkait dengan permasalahan yang akan didiskusikan di sidang Parlemen Muda ?
Di Aceh permasalahan yang sedang bergejolak adalah ketidakpercayaan antar elit politik yang sedang berkuasa, baik yang sedang berada di legislatif maupun eksekutif. Komunikasi yang terputus antara kedua penguasa tersebut membuat keruh ditataran masyarakat sehingga terjadi konflik yang memicu adrenaline dan bahkan tak jarang mengundang tumbangnya korban jiwa. Permasalahan kedua adalah kedewasaan berfikir, baik pejabat pemerintahan, pembuat kebijakan, masyarakat bahkan termasuk pemuda. Jumlah masyarakat yang besar didukung dengan tersedianya sumber daya alam yang melimpah seharusnya mampu mensejahterakan kehidupan penghuni di provinsi ini. Namun nyatanya, para pembuat kebijakan tak mampu bertindak sebagai organizer untuk mengelola semuanya. Bahkan banyak dari kekayaan alam di jual secara mentah dan ada bahkan dibiarkan begitu saja. Begitu juga dari segi masyarakat yang termasuk di dalamnya elemen pemuda. Proses berfikir kreatif serta menghasilkan ide brilian untuk mengolah permasalahan menjadi solusi bersama sangat jarang kita dapati. Begitu banyak potensi di daerah ini yang bisa diolah sehingga menghasilkan produk ekonomi yang laku di pasaran.

Rabu, 05 Oktober 2011

Second THE Fair


Untuk kedua kalinya salah satu Negara bermata sipit datang ke Aceh untuk mempromosikan pendidikan tinggi di Negara mereka. Ya.. Taiwan Higher Education Fair digelar lagi di Aceh, tepatnya di kawasan kampus ternama di Aceh. Untuk kedua kalinya mereka datang khusus dari Negara Formosa khusus ke Indonesia untuk mengundang putra-putri terbaik bangsa untuk melanjutkan studinya di Taiwan. Sama seperti tahun kemarin, para Taiwanese ini datang dengan membawa informasi lengkap tentang universitas, gaya hidup, entertainment serta informasi berguna lainnya yang tentu akan memperluas si calon penerima beasiswa ditambah dengan beberapa souvenir unik dari masing-masing universitas dan daerah untuk menarik pengunjung. Namun tahun ini ada sedikit perbedaan, ada plus dan minusnya. Plusnya adalah kali ini mereka tidak hanya menawarkan informasi tentang universitas dan beasiswa namun juga mereka langsung mengadakan test bagi calon penerima beasiswa. Yang minusnya adalah universitas yang hadir menyusut sekitar 10 universitas dari tahun kemarin, bisa jadi disebabkan oleh banyak faktor,  ya…kita Cuma bisa berfikir positif sob.
Terlepas dari maksud dibalik layar, terlepas dari “tidak ada makan siang gratis” dan maksud hati untuk berprasangka baik terhadap perbuatan baik yang dilakukan oleh orang lain saya mewakili pribadi (sedapp.. gaya pidatonya sby nih) mengancungkan dua jempol untuk pemerintah Taiwan yang sudi kiranya berangkat dari Negara nan jauh di sana menghabiskan 4 jam perjalanan ke negeri khatulistiwa khusus untuk mengundang putra-putri terbaik bangsa untuk melanjutkan dan merajut mimpinya di Negara yang menggunakan bahasa mandarin tersebut. Walaupun nantinya ada timbal balik dari pemerintah Indonesia atau khususnya aceh untuk membalas budi tersebut. ya.. seperti yang saya sebutkan di atas, namanya juga perbuatan baik, harus kita terima daripada susah-susah memikirkan efek negatifnya yang membuat makin kusut pikiran di kepala, jadi tambah tua, nambah banyak dosa, akhirnya masuk neraka, Astaghfirullah..!!
Pada tahun kedua ini saya diberi kesempatan untuk menjadi pendamping stan National Koahsiung First University of Science and Technology (NKFUST) mantap nama universitasnya kan, panjangnya seperti kereta api. Pertama kali mendengar bahwa saya ditugaskan di universitas ini saya langsung tersenyum, karena kota Koahsiung pernah saya kunjungi setahun yang lalu, tepatnya di bulan September tanggal 17-19 tahun 2011. Kunjungan selama tiga hari tersebut dimaksudkan untuk menghadiri sekaligus memenuhi undangan sebagai salah satu pembicara di International Conference on Open Source (ICOS) di Koahsiung Medical University. Kalau sobat-sobat membuka fb saya di daftar album anda bisa melihat foto-foto saat saya menjadi pemateri di seminar internasional judul albumnya “invited Speaker” (promosi dikit boleh kan, hehe).

Senin, 26 September 2011

My Personalized


I grow up in Aceh culture neighborhood. The beautiful culture teaches me how to respect older people and love younger people. My education background is same as most people in Aceh. Six years in elementary school, three years in junior school and three years in senior high school.
When I was in senior high school, I had a chance to learn traditional dances, there are Rapa’I Geleng, Likok Pulo and Saman.  It is a great chance for me to introduce our beautiful dances to other people. In 2007 I enter mathematics department, Faculty of science, Syiah Kuala university. In my first year, I had a chance to follow Student Critical Thought Competition Paper National Level On Field Politics, Law and Security Held By Ministry of High Education (Dikti). I was invited by Dikti to present our presentation in Surabaya. Also in 2008, I had a chance to went to japan, to follow student exchange together with 9 students and 2 lecturers from Faculty of science. Last July to September, 2010 I had a chance to went to Taiwan to follow summer internship program together with my college friend.
I ever travelled to Japan and Taiwan to make relationship and improvement to myself. Open my mind and engage with global community. I still keep in touch with the professors, friends in that country but it not enough. Right now, my English still poor and I need more experience to make me become ready to face the world.
I also try to be a good member and leader of organizations. I joined Lembaga Dakwah Kampus FMIPA, PEMA FMIPA, PEMA Unsyiah and ILMMIPA Indonesia. There are a lots of thing that I learned when I was in organization, I also have a chance to traveled some city in Indonesia like Riau, Pontianak to attend student meeting. I have a lots of story during my college time and some of the story I wrote it in my blogsite: www.akhitaufiq.blogspot.com. I just share what I have got so everyone could feel what I feel and learn from my experience.
I will continue learning in everywhere, every time during my life time to make me become a good person and leader in the future.
 

Mohon Hamba Pada Mu

Ketika hamba mengingatinya, Rabbi
Mohon jangan lantunkan hamba dalam angan percuma,
Namun tunjukkanlah bahwa mengingat-Mu selalu lebih utama…


Ketika hamba merinduinya, Rabbi
Mohon jangan gerakkan bibir hamba untuk merangkai kata,
Tetapi tuntunlah hati hamba untuk menghamparkan doa kebaikan baginya…


Ketika hamba melabuh harap bersamanya, Rabbi
Mohon jangan lalaikan hamba dalam kilau dunia semata,
Tetapi semoga Engkau menangkan hati hamba untuk lebih mendambanya dalam keabadian surga…


Dan jika nantinya pun Engkau sandingkan dia dengan yang lain,
Mohon jagalah hati hamba dari sendu yang terlalu,
Dari kepedihan yang sulit terurai waktu…

Ingatkan hamba, Rabbi;
Bahwa hamba selalu memiliki cinta-Mu…


Cinta itu Engkau tumbuhkan,
Engkau kuatkan penjagaan selaras tuntunan,
Dan hanya izin-Mu juga yang akan sanggup menghapuskan…


Dikutip dari dakwatuna.com

Sabtu, 10 September 2011

NGO pi

Ini bukan cerita tentang NGO (Non-Government Organization) atau yang dalam bahasa Indonesianya sering disebut dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Karena ini sepenuhnya tentang aktivitas ringan “minum kopi” atau bahasa slanknya ngopi.
Aku tidak akan bercerita tentang uniknya Aceh dengan warung kopi bertebaran di berbagai sudut kota.  Juga bukan tentang kopi aceh yang sangat terkenal dan harum serta rasannya yang khas. Atau tentang kopi luwak yang mahal itu dengan proses pembuatannya yang mungkin masih dipertentangkan oleh masyarakat karena melalui proses feses dari sebuah binatang.
Karena ini cerita tentang proses menambah database teman, mempererat tali silaturrahmi serta proses pertukaran ide dan fikiran, yang terkadang prosesnya sering berlangsung sambil ngopi. Akhirnya aku menyukai aktifitas ngopi, walaupun terkadang kuhindari agar tidak keseringan serta terkesan membuang waktu. Karena juga terkadang jika aktifitas ngopi tidak dibarengi dengan obrolan yang berkualitas, diskusinya bisa tidak terarah pokoknya berefek negative lah…
Berawal dari gabung konkow bareng sesama aktifis di kampusku, sesama kawan letting di perkuliahan, kawan SMA, SD. Apalagi di moment hari raya Idul fitri ini, kebanyakan kawanku yang sudah melanglang buana pulang ke Aceh, pada saat itulah kami ngumpul di warung kopi. Seperti semalam aku ngopi bareng sama abang-abang mahasiswa dari berbagai universitas dan negara. Ada yang sudah selesai Masternya di Taiwan, ada yang sedang menyelesaikan Ph.D nya bahkan ada yang postpone S1 nya, hehe.. beragam latarbelakang membuat diskusi semakin mantap, walaupun canda tawanya pun menggelegar.
Aku hanya ingin membangun link seluas-luasnya dan mengenal banyak orang dengan berbagai ragam profesi serta latarbelakang, memerhatikan bagaimana pola pikir mereka, cara mereka mengeluarkan ide serta gagasan, membangun rencana kehidupan serta cara mereka membuat orang lain tertawa, karena aku yakin, rezeki datang dari pintu yang tak kuduga. Bisa jadi rezeki itu Allah titipkan dari salah satu tangan mereka, dan pun karena kita makhluk sosial dan diciptakan beragam sehingga kita dapat mengenal satu dan lainnya. dan terkadang aku sangat bersemangat untuk membantu orang yang meminta bantuan kepadaku (jika memang bisa aku selesaikan), senang rasanya bisa menyelesaikan kendala yang dihadapi oleh orang lain. Dan aku ingin menolong lagi banyak orang karena aku ingin Allah menolongku dalam banyak hal…

Jumat, 02 September 2011

Yang Mana niat mu..??


Semua mahasiswa berlomba-lomba agar mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studinya ke luar negeri, karena memang untuk melanjutkan studi membutuhkan dana yang tidak sedikit, apalagi ke luar negeri, harus jual tanah dulu..hehe. Pak dekan ku pernah menghitung-hitung katanya biaya yang dihabiskan untuk menempuh studi master bisa mencapai 500 sampai 700 juta, kalau untuk Ph.D (bahasa keren untuk S3) bisa mencapai 1 M, nah.. mau ngemis dimana biar dapat dana segitu..?? kredit di Adira (biasanya mahasiswa kalau beli laptop ambel kreditnya disini nih..)..??  
Nah.. pasti anda tergiur kan untuk dapat beasiswa, gimana gak, bayangin aja kalau kuliah di Ausie masyarakatnya ramah banget, ausie tu terkenal dengan interaksi sosialnya yang tinggi. Atau anda mau kuliah di mata sipit, baik jepang cina atau korea?? Atau di Eropa, kalau kuliah di eropa udah belajar sama pakarnya trus kita belajar di gedung-gedung tua, makanannya pun mengundang selera. Beberapa hari ini aku baca buku success stori nya para penerima beasiswa Erasmus Mundus, beuh.. iri banget rasanya.. Erasmus Mundus memberikan beasiswa plus kesempatan jalan-jalan dan makan-makan. Bayangin aja, kita bisa kuliah minimal di 2 negara di eropa, trus smua dananya di tanggung, bahkan ada yang bawa keluarga lagi.. wah.. bisa honeymoon disana sekalian.
Tapi apa sih niat anda sebenarnya untuk berjuang berdesak-desakan, rela begadang, bahkan dana di korbankan untuk mendapat beasiswa..?? setelah diskusi sana-sini, buka buku dan bertapa di gua, akhirnya aku menemukan beberapa alasan mereka yang berjuang mencari uang untuk belajar di luar negeri, cekidot gan..

1.      Mencari Ilmu
Inilah alasan yang paling idealis, atau alasan untuk menutupi alasan kesenangan lainnya. Biasanya kalau nanya ke mereka yang mencari beasiswa pasti jawaban standarnya untuk meningkatkan kapasitas keilmuan, karena di Indonesia kurang bagus pengajarnya atau fasilitasnya kurang, akses informasi yang serba cepat serta kompetisi tingkat international membuat kita terpacu untuk menjadi yang terbaik.