Kamis, 17 November 2011

Syair Likok Pulo


Hai aneuk nyoe
Lahem hai adoe e………. Salamu’alaikum     (Allah)
Lahem hai adoe e………. Jame baro trok      (Allah)
Lahem hai adoe e………. Tamong jak piyoh (Allah)
Lahem hai adoe e………. Duek ateuh tika    (Allah


Sen hai bak kusen
‘Oh lheuh nyoe han le loen tem
Lahee lah kusen lah
Bak gura si hem hai bak kusen
# Bukon le saying loen kalon-kalon pade
   Jipot angen glee rubah meutimpa
   Badan loen pijuet meutamah-tamah kuneng
   Lawet loen meu’en bak peh-peh dada


Hem mala-mala
Deungo-deungo loen kisah saboh habaran
Hem mala-mala
Bayeun-bayeun teureubang jidong cong jeumpa


Salu’ala Muhammadin
Salu’ala mufarsalin
Sahar nabi sahar nabi
Sahar nabi wamursalin
Allah ya Allah


Jinoe loen kisah Hasan ngoen Husen
Yang puteh licen asoe syuruga
Hasan ngoen Husen cuco di Nabi
Aneuh Tuan Siti Fatimah Zuhra


Hai jut majuet jikurok-kurok gunong
Jikeumeutamong u dalam donya
Uroe jikurok malam-malam di sebe
Malaikat the geu yue dho teuma


Rabu, 16 November 2011

Syair-syair Rapa-i Geleng


Ø  Ragam 1 (Jalan masuk) 
Salallahhurabbuna ‘alanuril’alamin
Muhammadin lilmustafa, saidilmursalin
Wa’alaalihiwashahbihi ‘ajma’in

Ø  Ragam 2
Salatullah, salamullah
Alathaha Rasulillah
Salatullah, salamullah
Alayasir Habibillah

Ø  Ragam 3 (Saleum)
Saleum as saleum(3x) mu’alaikum
Warahma warahmatullah
Jaroe du jaroe duablah
Ateuh je ateuh jeumala
Saleum ka saleum(3x) kamoe brie
Beugot neu beugot neu sambot
Meubek neu, meubek neu brie rheut
U luwa tikaa, u luwa tikaa…

Ø  Ragam 4 (Ie laot likok pulo)
Ie laot arun meupulo
Peuraho woe sigoe duwa
Beutajak u lua nanggroe
Beuta thei droe bek gadoeh ingat

Kamis, 10 November 2011

Ayah..


Ini adalah salah satu penggalan cerita dari pemateri luar biasa pada saat pelatihan Forum Indonesia Muda (FIM) angkatan 11. Cerita ini sangat menggugah serta mengundang isak tangis para pendengar saat itu, padahal sebelumnya semua pendengar fokus dan tidak menerka ending dari kisah tersebut sangat menyentuh hati yang paling dalam, sehingga meledaklah ekspresi dan mengalirlah air mata. Sengaja saya tuliskan disini agar selalu terpatri di dalam sanubari dan tausiah diri, semoga pembaca dapat mengambil hikmahnya serta menjadikan catatan pribadi dan kalau boleh di sebar ke berbagai insan lainnya. Semoga bermanfaat.

            Suatu sore yang kering dan hening seorang pimpinan perusahaan terkenal merasakan suasana hatinya yang begitu hambar. Tak tahu apa yang dikerjakan agar suasana hatinya berubah. Dan ia mulai menerka apakah ini yang dimaksud dengan kekerasan hati, kekosongan jiwa serta mati rasa, padahal ia dulu berada pada ekonomi yang sangat rendah, di posisi yang di olok-olokan oleh sekitarnya. Dan sekarang ia kaya-raya dengan mobil beserta penjaga dan rumah yang nyaman dan ia mulai merenung.
            Memang dulu ia seorang Office Boy yang mengantarkan minuman, makanan serta keperluan lainnya kepada pegawai di kantor tersebut. Bekerja bak pembantu diperusahaan tersebut tak membuat semangatnya untuk terus belajar dan mengambil manfaat dari setiap kegiatan yang dilaluinya, mulailah pemuda yang hanya lulus SMA ini beraksi. Jika ada seminar atau pelatihan yang diadakan di perusahaan tersebut ia berdiri di samping pintu masuk dan mencuri-curi dengar terhadap materi yang diberikan dan mencatatnya, ketika pintu terbuka maka dengan sigap ia menoleh dan mendengar dengan lebih jelas hingga pada saat bossnya melihat ia dipersilahkan masuk dan duduk manis di kursi paling akhir.
            Tak cukup dengan itu, jika ada kesempatan disela-sela kerja sebagai OB, ia melihat kepada karyawan yang pekerjaannya paling banyak dan mendekati karyawan tersebut seraya berkata “apa yang bisa saya bantu..??” spontan sang karyawan terkejut dan memberikan sebagian tugasnya kepada pemuda tersebut.

Minggu, 06 November 2011

Kunang-kunang di zamrud khatulistiwa

Sebelum saya menggoreskan lebih banyak kata-kata serta cerita tentang pelatihan Forum Indonesia Muda, terlebih dahulu saya ingin mempertegas bahwa baru kali ini saya mengikuti forum nasional yang menghimpun pemuda dari seluruh Indonesia dan dari berbagai latar belakang serta ideologi fikiran dan kami merasa seperti satu keluarga besar yang mempunyai arah dan tujuan yang sama, untuk membangun Indonesia yang lebih baik. Biasanya jika mahasiswa bertemu di forum nasional pasti beradu argument, saling debat pendapat dan yang paling parah tuan rumah yang mengadakan acara tersebut menjadi pihak yang dirugikan karena ulah para peserta undangan kegiatan yang banyak permintaan. Tapi sangat berbeda dengan FIM, seperti yang kita baca pada testimoni para alumni, forum ini menawarkan hubungan kekerabatan dan persahabatan, dimana mahasiswa dari seluruh penjuru bisa mengenal, bertukar fikiran, bekerja sama serta saling berbagi. Dan karena pesertanya berasal dari berbagai daerah tentunya layaknya sebuah keluarga besar, jika satu anggota keluarga berkunjung ke berbagai kota di Indonesia ia dapat menginap di rumah keluarganya, misalnya anak aceh yang berkunjung ke bandung, ia dapat menginap di rumah teman alumni FIM lainya yang berada di kota tersebut, dan hal itu sudah saya lakukan.. (hehe ketahuan yak.. maklum masih mahasiswa).
            Baik, mari kita mulai dengan kenapa saya ikut mendaftar di kegiatan ini. Ketika suntuk menghadang, minim kompetisi dan perasaan puncak ingin naik pesawat lagi dan diperparah dengan kawan seangkatan yang mengikuti banyak lomba dan berangkat ke luar daerah, disaat itulah bergejolak perasaan untuk berjuang keras ikut kompetisi yang membawa diri ini ke ibukota. Dan tersebutlah nama saya diantara 130 peserta lainnya yang lolos untuk mengikuti pelatihan FIM.

Sabtu, 05 November 2011

Untukmu yang selalu kurindu


Untukmu yang selalu ku rindu…
sosok yang tersisa dalam memoriku,
akulah pengagum setiamu,
yang tak bosan membaca biografimu,

Abiii…
Kata yang ingin ku ucap di pagi hari,
Sebutan untuk seorang panutan dalam keluarga ini,
Yang memberikan perhatian ketika ku lahir,
Yang menjadi kata dalam doa di siang dan malam hari,

Kemarahanmu adalah jiwaku
Petuahmu adalah jalan lurusku
Kau adalah ilham dalam hidupku
Kau adalah pembimbing spiritualku
Jika mungkin ku terlahir kembali
Ku ingin kau jadi ayahku lagi.

Dan aku bangga menyisipkan namamu di balik namaku,
Agar mereka tahu, aku akan mengikuti jejakmu
Dan sebagai cambuk bagiku agar selalu menjaga nama baikmu,

Senin, 10 Oktober 2011

Karena pemuda adalah potensi

Apa yang anda ketahui tentang Parlemen Muda ?
Saya mengetahui informasi tentang parlemen muda dari jaringan sosial yang dikirimkan oleh teman. Parlemen Muda ini mencoba mengumpulkan pemuda yang berfikir kritis dan mempunyai latar belakang aktifis dari setiap provinsi yang ada di Indonesia untuk duduk dalam satu forum membahas isu mengenai demokrasi dan permasalahan masyarakat. Tak hanya itu, di dalam forum Parlemen Muda ini juga diberi pelatihan tentang partisipasi di ranah politik,membangun kecakapan dalam berbicara serta berfikir untuk menemukan solusi dari permasalahan sehingga setiap lulusan dari forum ini merupakan pemuda yang siap memimpin dan terjun langsung ke masyarakat.

Alasan terhadap isu yang ingin di bahas.
Pendidikan merupakan elemen terpenting dalam membangun peradaban yang mapan di negeri ini. Indonesia yang sedang berkembang membutuhkan sumber daya manusia yang banyak yang bergelut di berbagai disiplin ilmu. Indonesia akan lebih maju dari segi teknologi serta peradaban jika jumlah masyarakat yang berpendidikan tinggi semakin banyak, sehingga pola fikir pembangunan yang searah bisa diterapkan. Ketika masyarakatnya sudah berfikir maju maka lingkungan yang sehat akan terbentuk, baik sehat secara pola fikir yang rasa sosialnya tinggi maupun sehat secara fisik. Sehingga kesehatan masyarakat juga akan terjaga dari penyakit-penyakit sosial yang sudah sangat kronis seperti korupsi, kolusi, nepotisme serta penyakit fisik.
Apa permasalah yang anda ketahui di daerah anda terkait dengan permasalahan yang akan didiskusikan di sidang Parlemen Muda ?
Di Aceh permasalahan yang sedang bergejolak adalah ketidakpercayaan antar elit politik yang sedang berkuasa, baik yang sedang berada di legislatif maupun eksekutif. Komunikasi yang terputus antara kedua penguasa tersebut membuat keruh ditataran masyarakat sehingga terjadi konflik yang memicu adrenaline dan bahkan tak jarang mengundang tumbangnya korban jiwa. Permasalahan kedua adalah kedewasaan berfikir, baik pejabat pemerintahan, pembuat kebijakan, masyarakat bahkan termasuk pemuda. Jumlah masyarakat yang besar didukung dengan tersedianya sumber daya alam yang melimpah seharusnya mampu mensejahterakan kehidupan penghuni di provinsi ini. Namun nyatanya, para pembuat kebijakan tak mampu bertindak sebagai organizer untuk mengelola semuanya. Bahkan banyak dari kekayaan alam di jual secara mentah dan ada bahkan dibiarkan begitu saja. Begitu juga dari segi masyarakat yang termasuk di dalamnya elemen pemuda. Proses berfikir kreatif serta menghasilkan ide brilian untuk mengolah permasalahan menjadi solusi bersama sangat jarang kita dapati. Begitu banyak potensi di daerah ini yang bisa diolah sehingga menghasilkan produk ekonomi yang laku di pasaran.