Selasa, 27 Juli 2010

2nd Day, Tempaan dan Pembinaan

Kaki ini terus melangkah dengan pasti, dibawah sinar mentari yang menyengat, ya.. hari ini cuacanya cukup cerah, sehingga membuat keringatku bercucuran. Besok aku harus membawa sapu tangan atau handuk. Mungkin berat badanku akan turun beberapa ons. Rupanya di sini setiap kendaraan berjalan di sebelah kanan, sehingga aku merasa sedikit aneh tapi tetap menambah keseruan hari keduaku di Taipe.
Setelah berjalan selama 25 menit, sampailah aku di gedung Institute Information of Science, dalam peta yang diberikan gedung tersebut merupakan tempat dimana aku akan magang. Ketika pintu utama terbuka secara otomatis aku bertanya kepada petugas di front desk lantai berapa tempatku berada, tetapi petugas tersebut kebingungan karena ketika aku menyebutkan Mar, dia tidak mengenalinya dan lebih parah lagi, kartu nama Mar telah hilang dari dompetku. Akhirnya aku sampai di ruang yang tepat setelah seorang wanita yang mengenal Mar memberitahukan kepada petugas front desk bahwa mar berada di lantai 4.
Hari ini list teman di Taiwanku bertambah, karena banyak peneliti yang berada di ruangku menyapa dan kami bertukar kartu nama. Tim dan Ally adalah mentor kami, khususnya Tim yang membimbingku selama magang. Tugas pertama kami adalah mempelajari tentang MediaWiki. Mereka memberikan waktu kepada kami satu minggu untuk mempelajari MediaWiki, mulai dari instalasi dan modifikasi. Namun pada siang harinya kami telah menyelesaikan semua tugas kami dan Ally merasa sangat terkejut dan dia bingung tugas apa yang harus kami lakukan untuk selanjutnya.
Pada hari ini juga kami diajak berkeliling gedung dimana kami magang, mulai dari pustaka sampai tempat dimana kami akan shalat setiap harinya. Setiap zuhur dan Ashar kami akan permisi dan menuju tempat tersebut untuk shalat, kecuali hari jumat (mungkin untuk cerita hari jumat lain kali ya..).
Pada saat makan siang tiba, Tim dan Ally mengajak kami ke tempat dimana kami bisa menemukan nasi, ya, casablanka. Persis yang ada di foto. Cukup mahal memang tapi puas karena disini untuk menemukan nasi cukup susah ,sama halnya dengan makanan halal.
Pada sore harinya, kawanku menelpon salah satu mahasiswa yang berasal dari Aceh, kebetulan ia sedang berada di Taipe dan ia mengajak kami untuk bertemu. Dan tepat pada pukul 06.00 sore ditemani oleh Mar kami tiba tepat di Stasiun Nangang untuk bertemu kak nani, mahasiswi aceh yang sedang belajar di Meaoli .Namun Mar segera pulang karena harus mengurus bayi perempuannya. Sambil menunggu kak nani kawanku mengambil banyak foto dengan berbagai macam gaya, rasa malu ini terasa sangat besar ketika kawanku memperlihatkan gaya yang nyentrik untuk di foto dan semua orang disekitar melihatnya dengan tatapan keheranan.
Sekitar pukul 6.40 kak nani sampai dengan bang ikbal dan bang deni, rupanya budaya asli aceh yaitu telat masih kak neni simpan dan lestarikan. bang Deni adalah mahasiswa S3 dan Ikbal mahasiswa S2, keduanya berasal dari universitasku di aceh, mereka melanjutkan studinya di Hsinchu. Bang ikbal banyak bercerita tentang perjuangannya selama sekitar 10 bulan di Taiwan, hati ini luluh dan sedih mendengar cerita yang penuh dengan tempaan dan cobaan. Rupanya begini hidup merantau.. sesuatu yang harus dilewati dengan ketegaran dan jiwa yang kuat.
Setelah berjalan-jalan di pusat kota Taipe kami kembali dengan kreta bawah tanah yang lajunya begitu cepat. Kami turun di kuyang station karena aku harus mengantar kawanku dulu, karena dia tidak yakin akan sampai ke asramanya jika sendirian. Rupanya kami berdua lupa dimana tepatnya asrama kawanku berada, kami berputar-putar di sekitar kuyang untuk mengingat dimana letak asrama kawanku. Hingga kami bertemu dengan orang Taiwan yang englishnya lumayan dan kami langsung menelpon mar dan menanyakan dimana alamat lengkap kawanku.
Setelah mengantar kawanku ke asramanya aku pulang menuju asramaku dengan city bus, dengan panduan peta yang diberikan mar, ku pegang erat-erat peta tersebut dan melihatnya berulang kali agar diriku tidak salah naik bus sehingga tersesat. Sekitar pukul 11 malam aku sampai di asramaku, luar biasa. Hari pertamaku banyak pengalaman yang menjadi pelajaran, rupanya samgat mudah pulang kerumah, walaupun hati ini berdegup kencang ketika di perjalanan, sendiri di tengah keramaian.

Minggu, 25 Juli 2010

Ya Rabb, Nikmat-Mu sungguh Besar

Pertama sekali melihat matahari terbit di Taiwan diwarnai dengan begitu banyak nikmat yang tak terduga. Rupanya dibelakang kamarku pemandangannya begitu mempesona. Ada hutan kota yang begitu asri dan jika malam menjelang maka mulailah jangkrik memainkan peranannya. Di samping hutan ada Public Cemetery, tempatnya di desain begitu elegan. Jika malam menjelang suasananya begitu tenang dan nyaman.
Semangat ini semakin bertambah karena tak jauh dari tempat tinggalku ada sebuah universitas yaitu China University, memang bukan universitas Top di Taiwan tetapi tinggal dekat suasana akademisi membuat diri ini semakin terpacu. Di depan China University ada terminal city bus sehingga tak perlu melangkah jauh untuk mencari kendaraan umum.
Tini, ibu berusia 40 tahun yang berasal dari jawa barat, banyak membantu untuk melewati hari pertamaku di Taipe. Mulai dari meminjamkan Sim Cardnya hingga memberikanku nasi untuk makan malam, iya memang, ketika berada di negeri orang, semuanya terasa seperti saudara. Alhamdulillah..
Tepat pukul 10.55 aku di jemput oleh Mr Mar, lebih cepat dari janji yang telah disepakati. Alhamdulillah aku sudah stanby didepan asramaku pada jam 10.45. Mr. Mar memang telah berjanji bahwa ia akan menjemputku pada jam 11 dan membawaku mengelilingi kota Taipe. Setelah menjemput kawanku yang berada di Kunyang, kami diajak untuk pergi ke Mesjid yang ada di kota Taipe. Mesjid pertama berada di depan Kampus NTU, namun karena lorongnya begitu sempit sehingga Toyota Vios milik Mr Mar tidak mungkin untuk masuk. Lalu dilanjutkan ke Mesjid terbesar yang ada di Taiwan. Kami sempat shalat zuhur dan berbincang dengan banyak mahasiswa Indonesia. Pertama ada bang wawan, mahasiswa S3 Teknik Kimia di NTUST yang berasal dari Kalimantan Selatan. Ia banyak bercerita tentang keadaan di Taipe dan menunjukkan Jadwal Shalat kepada kami. Lalu ada Bu husni yang berasal dari universitasku yang juga sedang mengambil S3 di bidang yang sama. Ya Rab, nikmat-Mu sungguh melimpah.
Lalu aku diajak ke rumah makan asli Indonesia Duta Pertiwi, tempat pertamaku makan nasi di Taipe. Dan kami mengambil beberapa foto bersama mahasiswa Indonesia dan penjualnya yang juga berasal dari Indonesia.
Ya Rab, nikmat-Mu semakin aku rasakan ketika Mr Mar mengajakku ke salah satu supermarket termurah, tak kusia-siakan kesempatan ini, langsung hunting barang-barang keperluanku yang memang telah di listkan dalam buku catatanku.

Senin, 28 Juni 2010

Catatan Kepengurusan PEMA FMIPA 09

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji kita panjatkan kepada Allah SWT yang telah menambah iman di setiap hati orang mukmin disamping kadar iman yang telah ada dan menetapkan hati ini agar selalu bersyukur serta bergerak untuk memberikan dan menebarkan kebaikan. Shalawat beserta salam kita haturkan ke pangkuan Nabi Muhammad SAW Pemuda dengan perangai tauladan, pemimpin yang adil, ayah yang penyayang, pedagang yang jujur, teman yang terpercaya dan pemimpin perang yang cerdas. Semoga keselamatan dan kesejahteraan dilimpahkan Allah kepada para shahabat yang setia dalam segala suasana, tabi’ tabi’in, ulama-ulama serta penerus-penerus agenda dakwah yang senantiasa menghabiskan waktunya untuk memikirkan ummat.

Tepat pada hari selasa, 29 juni 2010 kepengurusan PEMA FMIPA diberhentikan. selama setahun kepengurusan kami mengambil bagian dalam pergerakan mahasiswa yang menebarkan kebaikan serta barusaha memikirkan solusi terbaik dari setiap permasalahan. Dengan niat ikhlas serta tujuan amal kebaikan, dan didukung oleh mahasiswa-mahasiswa yang berhati jernih serta siap berbakti mengemban amanah yang telah dipikul.

selama kepengurusan banyak hal yang telah dilalui, mulai dari kisah penuh pembelajaran, kisah jenaka yang menghibur sampai virus merah jambu yang menganggu jalannya proses kepengurusan. namun, semua itu adalah warna-warni kepengurusan dan berjalan seiring dengan proses kedewasaan dan kematangan sikap dari seluruh pengurus.

kami memberikan penghargaan kepada pengurus yang memegang teguh komitmen mulai 1 detik setelah pelantikan hingga menit terakhir kepengurusan. "kita memulainya bersama-sama dan mengakhirinya bersama-sama". mungkin ini kata-kata yang pas untuk mengambarkan bagaimana kekompakan kepengurusan hingga akhir kepengurusan.

kami juga haturkan terima kasih kepada seluruh civitas academika FMIPA Unsyiah, sponsor serta handai taulan yang telah mendukung serta menyokong setiap aktifitas dan program kerja yang kami laksanakan. dukungan dari pihak-pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu-pesatu dalam membantu memutar roda kepengurusan sehingga tercatat dalam pengurusan Badan Eksekutif Mahasiswa yang mengalami peningkatan bahkan mengukir rekor baru selama kepengurusan.

Sudah sepatutnya sebagai mahasiswa yang bermartabat ketika berani mengambil sebuah amanah juga berani untuk mempertanggung jawabkan amanah yang sudah diemban. Oleh karena itu Pemerintah Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (PEMA FMIPA) Universitas Syiah Kuala telah memaparkan pertanggung jawaban baik jabatan maupun program kerja di hadapan keluarga besar mahasiswa (KBM) FMIPA Unsyiah, semoga menjadi titik introspeksi bagi kepengurusan sekarang dan menjadi tolak ukur dalam menjalankan roda kepengurusan kedepan.

harapan kami kepada periode kepengurusan selanjutnya dapat melanjutkan cita-cita perjuangan, serta dapat meningkatkan prestasinya. kata-kata "memberi sebanyak-banyaknya bukan meminta sebanyak-banyaknya" hendaknya menjadi titik acuan memulai pergerakan sosial ini. semoga semangat baru yang menggelora dapat dipertahankan hingga berakhirnya kepengurusan.

akhir kata, semoga setiap kontribusi yang kami berikan, gagasan yang kami lontarkan serta pembelaan yang kami lakukan dapat bermanfaat bagi Fakultas MIPA dan masyarakat Aceh umumnya.
Hanya ridha Allah yang menjadi tujuan pencapaian akhir.

PEMERINTAH MAHASISWA FAKULTAS FMIPA UNSYIAH 2009/2010

Minggu, 27 September 2009

What I've got from organization


There are lots of advantages that you can take from being a member in an organization. And if you a smart person, you could get something that you never thought. I want to tell you little bit about what are the advantages that you can take from join an organization. Here some of them:

Busy, join in an organization makes me busy, because there lots of thing to do but little time that I have. The advantages being busy are I lost my free times so that I don’t have time for doing activity that useless, being busy makes me little bit faster to solve problems or tasks, because after I finish a problem, another problem comes. So I must do it fast. The disadvantages of being busy are, sometimes I late. Late come to class, late come in meeting. Because, there are much to do, I must do it one by one and it takes time, but I always try to be good. Try to finish a task or problems on time, so it doesn’t bother my next schedule.

Relationship, being an organizer makes you have a chance to increase the number of your friend list and also you can build a relationship in every activity. Because when you make programs in organization and you are the leader of that organization, you need many people to make it success, because you can’t work alone, so you need someone else, friends are the answer. Beside that people will know you because you often speech in front of them, talk to them or teach them. You will meet various people with various attitude and characteristic. You know them and they know you so your know each other and it’s mean you have built new relationship.

Smarter, why I said smarter? I think be a member of an organization is about how improve you to be a better person. In an organization you are required to be smarter, smarter in manage yourself, smarter in lead a meeting, smarter in talk or speech in front of people, or smarter in make a joke. That is a result after you join in an organization. When you are in an organization you must keep learn, learn how to manage yourself, manage your organization and even manage people. You must learn how to speech in front of many people, built a good relationship and good attitude. If you keep learning while joining in an organization you will be a better person. We join the organization not become worker but we become learner, in the organization we learn and after we graduate we’ll apply the knowledge to our environment.

Joke for English learners

Nowadays, speaking in English has become standard capability. When a company or factory open recruitment for they employees the first and the important capability that the employees must have is English. Even, in campus if there a student can speak in English fluently, it isn’t big news. Moreover many lecturers will give a good point to the students if they can speak and write in English.

Many people afraid to practice English, they said “I’m afraid if he knows my mistake” or “I shame to practice English”. One day, I watched television that presented about English. The man in the show said that “don’t afraid to the mistake, because we learn from our mistake”. We can’t be success if we never did a mistake. We cannot speak fluently if we never speak false word, or misspoke.

There a story about a person that study hard, work hard to practice English. He speaking English the way that he wants, he didn’t think about the formula. So, one day his friends come to his home, here the conversation:

His friend : (tok…tok…tok…) he knock the door

Person : who’s there..?

His friend : me...

Person : who..?

His friend : me

He wondered who it is, so he opens the door and…

His friend : hi, it’s me..

Person : Oo… you, I think who, know-know you (saya kira siapa, tau-tau anda)

What a funny story, the person shows his desire to practice English. We can laugh read this story, but we must learn to this person. He really want to speak English fluently, maybe at that time he make a mistake but in other time he will correct our mistake, because he make the mistake first and he learn from the mistake.

In Mathematics English Club (MEC) we also push the student, specially the organizer to practice English. Our program is “Saturday is English day”. At the time we launched the program many student practice English not only in Saturday but also in other days. But now, we didn’t hear student practice English even in Saturday. Maybe we have to give some punishment.

In the end of this article, I want to say, English is a language. English is not a knowledge or science. We learn it to practice, to use it in our live. We can’t know if there a student have a good capability in English if he didn’t speaking in English. So practice, practice and practice….



Rabu, 19 Agustus 2009

Aceh International Expo (PKA 5) “what a wonderful country”





On August 02, 2009 Aceh International Expo was started. In the morning the culture parade starts from Blang Padang to Taman Ratu Safiatuddin. The parade was so amazing, I realize that my hometown is very beautiful, not only the land but also the culture. Unique, fantastic and wonderful. You can see from the pictures, the people's enthusiasm of waiting for the parade. In the parade there are lots of people wearing their traditional clothes, traditional musical instruments for example "rapa’i geleng", and traditional arts such as "debus," "tari seribu tangan" and others. You also can see some animal in the parade such as, elephants and horses. The parade make me proud of my hometown, I said in my heart “ what a wonderful country!!”
Achenese people really proud with their culture, we said “mate aneuk neupat jirat, mate adat hanapat tamita” its mean if your child died we know where the graveyard, but if the culture died we don’t know where to find. I also love my culture, I can sing achenese song and I can dance, traditional dance like rapa’i geleng, likok pulo and saman.
The parade indicate that the Aceh International Expo start. In the expo all kind of handicrafts are sold and promoted. All districts show their traditional culture, handicraft, photos and many else.
From the Aceh International Expo, At least it prove that :
1. Islamic Culture
Islam came to aceh since 1 Hijriah or year 579. The merchantmen brought Islam to Aceh. Since that time, all of activity that achenese did based on Islam, included the culture. All of songs in aceh tell about Islam, the traditional dances are made to overspread Islam. The poem shown Islamic behavior. Like I wrote above I can dance traditional dances and all of the dances tell about Islam.
I don’t know why the culture of Aceh reflect to Islamic behavior. But, when I was in junior school my teacher ever said that Aceh people love Islamic culture because Islam is the first religion came to Aceh. The characteristic of aceh people are mulishness, so they believe and the first religion that came to Aceh and they did not believes religion except Islam.
2. Aceh is safe
We realize that conflict has brought Aceh to the darkness, but we passed it away. The Memorandum of Understanding that signed in Helsinki makes aceh face new era. The peace era, when the citizen can do what they want, and because of the peace sometimes they also can do negative activity that never did before. There also negative side in every choices right..?
Actually, I’m really happy with the situation right now. Every father can work to earn money, teacher can teach in schools, lecturer can attend the class (sometimes, even the peace come some of lecturer still didn’t attend the class), student like me can surfing in the internet and many else activity can done in peace era. Our job rights now are to keep this peace and make it really useful for us and for our prosperity.

Minggu, 17 Mei 2009

My strange Day


Synic : Hello...Mr. Taufik

Me : Ya,

Synic : Where we can meet, I have something to discuss, where your office..?

Me : …….maybe you can come to my faculty, after you arrive in science faculty, you can call me again and I will pick up you

Synic : Ok, I will go to your faculty afternoon.

Me : Alright.

That was an extraordinary day. That telephone made me confused and surprised, that was first time stranger call me and I talk in English with him in telephone. She asked me where my office, I just couldn’t say anything for a moment because I didn’t have office, I just answered she could came to my faculty. After I close the telephone, I smiled to myself and wondered what I’ve done, that made a stranger call me.

After that, I went to my faculty and doing my activity. At 4 o’clock she called me again and said that she couldn’t came. I just said “Oh it’s ok, maybe I can come to your office if that necessary?”. So, in the evening I went to Aceh Learning Center, she wait for me there.

When I arrived in Aceh Learning Center, I felt confused again, because there were 2 person sat in front desk. I didn’t recognize her and she didn’t either. I dared myself to talk with them.

Me : Hi, did you call me today ?

Synic : no, I didn’t call you

Me : I’m taufiq, someone called me just this afternoon.

Synic : I called Dr. Taufik….

Me : (smiled)….. I’m taufiq, Dr. Taufik students.

Synic : ……..

I felt ashamedly and said “maybe someone gave wrong phone number, or maybe you asked Mr. taufik phone number without said Dr. Taufik so the person that you asked gave my number.

She said that, she ever met my lecturer and save his phone number, but she didn’t know why she called me. She said “maybe because I’m very busy, so I called wrong person. But it’s usually happen in Taiwan”.

After that conversation, synic invited me to have a drink in the café near to Aceh Learning Center. So, me, synic and her friend Lee have a drink together. We talked together in that café almost one hour. We talk about the internship project, Aceh condition and Taiwan situation. He said that this year 2 students will go to Taiwan to learn more about computer science especially open source software, and the good news is this program is regularly, so every year there will be 2 students will visit Taiwan for internship program.

After that warm conversation, we took photos together. Synic said to me, I’m sorry for today and for the mistake I don’t know why this happen. I said to them “it’s very strange, because you ever met my lecturer and save his phone number and then you call me. But I’m very happy with this mistake because we can know each other and I’m happy to have a warm conversation with you and hope we can meet and talk again without any mistake”.