Tour Ala BackPacker ke Kuala Lumpur 6 hari untuk 7 org.
Tempat yg dikunjungi:
- KLCC/ Twin Tower
- KL Tower
- Petaling Street
- Genting Highland
- Putrajaya
- Aquaria*
- Bukit Bintang
- Dan tempat2 menarik lainnya.. :D
mulai dr Rp. 1.8 jt/org ++
harga termasuk:
- Makan
- Penginapan
- Public transport in KL
- Transport dari KLI Airport ke Penginapan (PP)
- Tiket Genting Highland
# Genting Sky Way. cable car (PP)
# Outdoor Theme Park
- Tiket Sky View KL Tower
- seorang Tour Guide
nb. semua perjalanan akan menggunakan Train & Public transport
sehingga akan memberikan anda pengalaman yang berbeda dan mengesankan
menjelajahi Kuala Lumpur dari sisi yg berbeda. :)
Guide Contact:
Ihsan 0852 370 10053
**Harga dapat berubah sewaktu2 mengikuti Kurs
Drowning in word, inspiring the world
Rabu, 05 September 2012
Jumat, 01 Juni 2012
Sparta Road to Bukit Radar.
Kamis 17 mei 2012, ada apa dengan tanggal itu ??
kalo dikalender sih itu adalah tanggal merah, hari libur karena memperingat kenaikan isa almasih bagi kaum nasrani, tapi bagi kami kaum sparta sby club, itu adalah hari libur untuk saatnya menaiki bukit, haha. Yap kami kaum sparta kembali mencetak REKOR baru dengan berhasil tembus rute yang lumayan berat : Darussalam – blang bintang - bukit radar – krueng raya – benteng inong balee. Jarak tempuh total diperkirakan 75 km.
Perjalanan yang jauh dan melelahkan pastinya, dari yang tersesat, cidera lutut, sampai minum air bak mandi semuanya ada dicerita kali ini, dan untuk pertama kali sepanjang cerita perjalanan sparta, ini adalah trip dengan durasi paling lama, pergi pagi pulangnya malam. penasaran?? sok atuh dibaca
Pukul 07.00 sesuai kesepakatan kita semua kumpul dulu di warung kopi diseputaran darussalam, breakfast dan cek semua logistik. Namun karena hujan deras yang datang tiba2, keberangkatanpun terpaksa delay, sekitar pukul 9.00 baru akhirnya kita berangkat. Jalanan yang basah dan becek membuat kayuhan terasa berat, itu wajar ya, sesuai dengan hukum fisika “gaya gesek yang besar mengakibatkan perlambatan kecepatan” *ntah iya pun :D yang jelas kondisi jalan yang becek kayak gini membuat kami pada kotor semua, tapi kami senang, karena kata rinso “Berani kotor itu baik” itu artinya kami adalah cowo baik. haha
dari darussalam menuju bukit radar, akan melewati bandara dulu dan wajib poto2 dulu. jepreeet
dari bandara kita langsung go ke bukit radar, jalannya masih basah.
isi ulang angin
anda memasuki daerah militer TNI au, kecepatan 40km/jam, nah ini pintu gerbang menuju bukit radar
Secara keseluruhan, medan dirute kali ini lumayan landai, jalannya lebar, beraspal juga, walaupun sebagian besar jalannya sedang dalam perbaikan. Cuma pada saat turunan aja yang medannya lumayan ekstrem, soalnya kondisi jalannya hancur abis, banyak lobang2 yg gak bisa diprekdiksi, trus batu-batunya juga gak kecil2 amat, apalagi dengan kec tinggi, kami harus ekstra fokus dan optimal mengontrol sepeda. Loncat, rem, loncat, rem, blaassst kerikil2 kecil berhamburan, beuuh keren abis. haha.
yang paling keren itu adalh ketika kami berhasil mendarat dengan selamat.
yang penting Gaya
Tanjakan bos.. dorong dorong

Kenapa dinamakan bukit radar?? karena rupanya di bukit ini memang ada stasiun radar, “Stasiun Radar MSSR Bandara Sultan Iskandar Muda” namanya. Lokasinya ada dipuncak bukit, view dari sini keren banget, banda aceh keliatan kecil, pantai krueng raya juga terlihat indah :D tapi sayang kamera kami kurang mendukung untuk mengambil picture jarak jauh, jadi ya gak bisa mengabadikan momen bagus itu
kalo dikalender sih itu adalah tanggal merah, hari libur karena memperingat kenaikan isa almasih bagi kaum nasrani, tapi bagi kami kaum sparta sby club, itu adalah hari libur untuk saatnya menaiki bukit, haha. Yap kami kaum sparta kembali mencetak REKOR baru dengan berhasil tembus rute yang lumayan berat : Darussalam – blang bintang - bukit radar – krueng raya – benteng inong balee. Jarak tempuh total diperkirakan 75 km.
Perjalanan yang jauh dan melelahkan pastinya, dari yang tersesat, cidera lutut, sampai minum air bak mandi semuanya ada dicerita kali ini, dan untuk pertama kali sepanjang cerita perjalanan sparta, ini adalah trip dengan durasi paling lama, pergi pagi pulangnya malam. penasaran?? sok atuh dibaca
Pukul 07.00 sesuai kesepakatan kita semua kumpul dulu di warung kopi diseputaran darussalam, breakfast dan cek semua logistik. Namun karena hujan deras yang datang tiba2, keberangkatanpun terpaksa delay, sekitar pukul 9.00 baru akhirnya kita berangkat. Jalanan yang basah dan becek membuat kayuhan terasa berat, itu wajar ya, sesuai dengan hukum fisika “gaya gesek yang besar mengakibatkan perlambatan kecepatan” *ntah iya pun :D yang jelas kondisi jalan yang becek kayak gini membuat kami pada kotor semua, tapi kami senang, karena kata rinso “Berani kotor itu baik” itu artinya kami adalah cowo baik. haha
dari darussalam menuju bukit radar, akan melewati bandara dulu dan wajib poto2 dulu. jepreeet
dari bandara kita langsung go ke bukit radar, jalannya masih basah.
isi ulang angin
anda memasuki daerah militer TNI au, kecepatan 40km/jam, nah ini pintu gerbang menuju bukit radar
Secara keseluruhan, medan dirute kali ini lumayan landai, jalannya lebar, beraspal juga, walaupun sebagian besar jalannya sedang dalam perbaikan. Cuma pada saat turunan aja yang medannya lumayan ekstrem, soalnya kondisi jalannya hancur abis, banyak lobang2 yg gak bisa diprekdiksi, trus batu-batunya juga gak kecil2 amat, apalagi dengan kec tinggi, kami harus ekstra fokus dan optimal mengontrol sepeda. Loncat, rem, loncat, rem, blaassst kerikil2 kecil berhamburan, beuuh keren abis. haha.
yang paling keren itu adalh ketika kami berhasil mendarat dengan selamat.
yang penting Gaya
Tanjakan bos.. dorong dorong

Kenapa dinamakan bukit radar?? karena rupanya di bukit ini memang ada stasiun radar, “Stasiun Radar MSSR Bandara Sultan Iskandar Muda” namanya. Lokasinya ada dipuncak bukit, view dari sini keren banget, banda aceh keliatan kecil, pantai krueng raya juga terlihat indah :D tapi sayang kamera kami kurang mendukung untuk mengambil picture jarak jauh, jadi ya gak bisa mengabadikan momen bagus itu
Kamis, 31 Mei 2012
Conscious Consumers for Environmental Sustainability
Sustainable
Consumption is important for us, for our future. Because we are human kind and
we are not going to live forever. We need save this planet to our generation,
the natural resources, water and the air, the elements of live.
The
definition proposed by the 1994 Oslo Symposium on Sustainable Consumption
defines it as "the use of services and related products which respond to
basic needs and bring a better quality of life while minimizing the use of
natural resources and toxic materials as well as emissions of waste and
pollutants over the life cycle of the service or product so as not to
jeopardize the needs of future generations
Because
of that, we do need sustainable consumption and being green is not an option,
its necessity. In my opinion sustainable consumption is not only an important
issue for developing countries but also advance countries. We can’t say that
because of the advance countries don’t care about environment, they keep grow
up, the manufactory and vehicles keep produce the pollution, the people don’t
pay attention about sustainable consumption, so we can blame it to them, or we
can’t say that because of developing countries don’t know about this issue, the
people don’t know how to manage their natural resources, how they use and
consume in good way. This is our problems and it’s our job to solve it together.
In
my opinion we should implemented these roles, first one is produce the better
products, the way that we make the products is safe and minimizing the use of
natural resources.
Second, cheaper
price. If the better products in expensive price, only reach man will buy it.
In fact most of people live in developing country in middle profits, which
means they can’t buy expensive products. So the better products should sell in
cheaper price.The last one is
less damage, it should be the better products with sell in cheaper price and
less damage.
As
youth, the future of our nation, we should know about sustainable consumption
and contribute in go green to save our planet. We can contribute in online
campaign in social networks. Nowadays, the campaign in social network is
powerful, because most of people are connected online. We also can educate
people to people, from door to door, start with our area, regency. Next one is
we can make a presentation in campus. Because university is the center of
civilization, where the agent of change take place. The last one is use mass
media. Printed media or electronic media will give big advantage to campaign
sustainable consumption in developing country where not every people connected
via online.
Selasa, 17 April 2012
SPARTA Road to Brayeun - Leupung.
“Capek, tapi ini adalah REKOR” Sepertinya kalimat itu pas untuk mendeskripsikan trip kami kali ini, yap.. kami kaum SPARTA from SBY (Sepeda Buatga Ya) Club *sebengin rambut.
15 April 2012, sebuah REKOR baru berhasil kami goreskan dengan tinta emas pada buku “SPARTA list trip” yaitu sebuah buku tua yang berisi agenda dan list perjalan extreem yang harus ditempuh kaum Sparta sepanjang hidupnya *pakai reben, tentu dengan menggunakan sepeda, bukan dengan honda atau yamaha apalagi rental avanza. Kali ini kami berhasil menempuh perjalanan nan jauh dimato menuju Wisata Pemandian Brayeun - Leupung. Minus plus jarak yang ditempuh ada sekitar 60 km PP.
Kali ini medan yang kami tempuh lumayan santai, tidak seperti minggu lalu ketika kami menaklukkan Kuta Malaka yang medannya super extreem *baca ini. Santai dalam artian 90% jalan yang kami lalui adalah aspal mulus, selama perjalanan juga banyak tanda2 kehidupan seperti adanya orang yang lalu lalang dan bertebarannya orang jualan.
Start dari Blang Padang, pukul 08.30 kami berangkat ke TKP, rute yang kami pilih adalah sebagai berikut : BP – Mata ie (tembus ke Keude Bing) – LhokNga – Brayeun. Kami pilih Mata Ie sebagai rute, itu supaya ada sensasi tanjakannya, lumayan lah bikin Diyan Basri terkapar. haha. Tapi tidak untuk kami The Pure of SPARTA, ciak ciak ciak :D *info : Diyan Basri adalah orang baru, kebetulan dia berminat untuk ikut dalam trip ini, namun apalah daya dia salah bawa sepeda. hahaha
Ideal sih menggunakan sepeda jenis MTB (Mountain Bike), tapi yang dia pakai adalah sepeda jenis BMX, yang mana menurut dunia persepedaan BMX itu cocoknya buat jalan santai sehari2 atau untuk free style karena memang BMX hanya didesain dengan fixed gear alias gearnya cuma satu. Tapi keren jugalah bisa berhasil menembus Banda Aceh – Brayeun. Congrats !!!
Start dari Blang Padang
numpang gaya di pamplet TVRI - Mata Ie
DOROOONG yan !!! selamat ngos2an
Belajar dari pengalaman kemarin, kami gak mau kelaparan di tengah hutan. Sampainya di lhoknga kami semua berhenti disebuah warung nasi, ya jelas untuk beli nasi, kalo mau beli KFC maka kami harus balik ke kota lagi. well, setelah semua logistik ready stock, kami melanjutkan perjalanan... go go goo :D
15 April 2012, sebuah REKOR baru berhasil kami goreskan dengan tinta emas pada buku “SPARTA list trip” yaitu sebuah buku tua yang berisi agenda dan list perjalan extreem yang harus ditempuh kaum Sparta sepanjang hidupnya *pakai reben, tentu dengan menggunakan sepeda, bukan dengan honda atau yamaha apalagi rental avanza. Kali ini kami berhasil menempuh perjalanan nan jauh dimato menuju Wisata Pemandian Brayeun - Leupung. Minus plus jarak yang ditempuh ada sekitar 60 km PP.
Kali ini medan yang kami tempuh lumayan santai, tidak seperti minggu lalu ketika kami menaklukkan Kuta Malaka yang medannya super extreem *baca ini. Santai dalam artian 90% jalan yang kami lalui adalah aspal mulus, selama perjalanan juga banyak tanda2 kehidupan seperti adanya orang yang lalu lalang dan bertebarannya orang jualan.
Start dari Blang Padang, pukul 08.30 kami berangkat ke TKP, rute yang kami pilih adalah sebagai berikut : BP – Mata ie (tembus ke Keude Bing) – LhokNga – Brayeun. Kami pilih Mata Ie sebagai rute, itu supaya ada sensasi tanjakannya, lumayan lah bikin Diyan Basri terkapar. haha. Tapi tidak untuk kami The Pure of SPARTA, ciak ciak ciak :D *info : Diyan Basri adalah orang baru, kebetulan dia berminat untuk ikut dalam trip ini, namun apalah daya dia salah bawa sepeda. hahaha
Ideal sih menggunakan sepeda jenis MTB (Mountain Bike), tapi yang dia pakai adalah sepeda jenis BMX, yang mana menurut dunia persepedaan BMX itu cocoknya buat jalan santai sehari2 atau untuk free style karena memang BMX hanya didesain dengan fixed gear alias gearnya cuma satu. Tapi keren jugalah bisa berhasil menembus Banda Aceh – Brayeun. Congrats !!!
Start dari Blang Padang
numpang gaya di pamplet TVRI - Mata Ie
DOROOONG yan !!! selamat ngos2anBelajar dari pengalaman kemarin, kami gak mau kelaparan di tengah hutan. Sampainya di lhoknga kami semua berhenti disebuah warung nasi, ya jelas untuk beli nasi, kalo mau beli KFC maka kami harus balik ke kota lagi. well, setelah semua logistik ready stock, kami melanjutkan perjalanan... go go goo :D
Minggu, 08 April 2012
Ekspedisi Air Terjun Kuta Malaka
Trip
kali ini berawal dari keinginan untuk memberi
contoh kepada grup sebelah, yang juga menggaungkan tentang sepeda, tapi ga
pernah bergerak serta mengekspedisi. Walaupun grup kami tidak ada seragam
khusus, logo, SK apalagi NPWP, tapi gowes tetap jalan, track baru dijelajahi,
ekspedisi tiap bulan dan hasil pengamatan saya sendiri sebagai kabid humas sby
(macam apa aja..) tiap harinya ada saja anggota baru yang mau bergabung,
walaupun mereka hanya liat-liat isi grup, foto atau Tanya jawab, poin yang
ingin di sampaikan adalah, pencitraan sby dikalangan facebokerss sukses berat.
Setelah
tertunda beberapa kali, akhirnya disepakati tanggal 8 April, sebagai tanggal
ekspedisi ke air terjun kuta malaka. Ada tujuh member yang ikut serta, 6
diantaranya adalah sudah terbukti kejantanannya dan satu lagi ijal, member baru
yang coba menantang alam. Alhamdulillah semuanya berjalan lancar, mulai dari start di salah satu tempat
tongkrongan favorit, Dhapu kuphi sekitar jam 9 kami berangkat menuju samahani,
daerah dimana air terjun berada. Di tengah perjalanan kami singgah di Sibreh,
salah satu Sparta, bang umam. Oiya.. Sparta itu julukan buat member yang suka
ekspedisi dan track downhill, suka standing dan jumping trus ga takut lecet
atau kotor sepedanya, dan mau merogoh kocek lebih dalam demi gaya bersepeda,
hehe (aseli hiperbola). Intinya Sparta itu adalah sby, tapi tidak semua member
sby Sparta.
Sekitar
setengah jam kami istirahat di rumah bang umam, sambil menyantap boh giri, atau
jeruk bali dan Alhamdulillah ayah bang umam nan dermawan menghadiahkan 3 buah
jeruk bali untuk kami bawa ke air terjun. Setelah semuanya siap, dan persediaan
air sudah di isi ulang, kami langsung
bergegas menuju samahani. Mulailah kami keluar dari jalan raya antar
provinsi menuju track downhill alias bebatuan dan tanah. Mulai terasa paha
pegal dan lemas, karena tanjakan yang luar biasa, ditambah cuaca yang
menyengat. Terhitung beberapa kali kami melakukan pits stop.
Namun
semua lelah, panas, pegal hilang ketika kami melintasi anak sungai. Nah,
bayangkan ketika sudah panas, lelah dan pegal anda bertemu dengan anak sungai
yang airnya jernih, bersih dan segar. Wuiiiih… yang pertama saya lakukan
adalah, menggayuh sepeda secepat mungkin melintasi anak sungai tersebut,
sehingga dengan kecepatan penuh tadi ketika ban sepeda meluncur di air, maka
tercipratlah air tersebut bagaikan di film2 laga, wuiiihhh… saya berteriak
kencang. Saya ulangi lagi, sehingga terekam dalam kamera. Luar biasa… unforgettable
lah..
Rupanya
itu bukan satu satunya anak sungai yang kami lewati, ada sekitar 5 anak sungai
yang kami lalui, dan selalu saya melakukan hal yang sama ketika melewati anak
sungai tersebut, sehingga basahlah semua badan dan sepeda. Sepeda yang tadinya
bersih, ketika masuk sungai menjadi tambah bersih, namun setelah menanjak
bukit-bukit terjal, ia menjadi kotor kembali.. dan turun lagi ke sungai
sehingga bersih lagi. Kejadian tersebut berulang-ulang dan saya pun kegirangan.
Minggu, 18 Maret 2012
SBY – Speda Buatga Ya
Akhirnya
saya akan membahas sesuatu kegiatan yang sangat dinanti ketika akhir
pekan datang, sesuatu yang menjadi tren masyarakat modern yang peduli
lingkungan serta kesehatan, sesuatu yang jika diajak keliling malah
makin senang, yang membuat si kharisma, abang letingnya cemburu, sesuatu
yang merupakan warisan dari generasi sebelumnya, yaitu bersepeda
bersama si polygon. Kenapa saya sebut warisan generasi sebelumnya,
karena memang polygon ini adalah warisan dari abang saya. Polygon resmi
parkir di gudang rumah saya sekitar tahun 2009, pada saat itu abang saya
sudah dinas di Banda Aceh. Terkadang polygon menemaninya ketika
berangkat ke kantor, pun tak jarang saat weekend mereka ikut sepeda
santai bersama. Memang pada saat itu saya masih mencari sebongkah
pengalaman di kampus, jadi agak kurang perhatian dengan sepedaan.
Nah..
akhir-akhir ini kebersamaan polygon bersama abang saya agak sedikit
renggang. Terkadang ia hanya tersenyum kaku di gudang, berminggu-minggu
hingga ia menunjukkan sedikit kekesalannya dengan dikeluarkannya
beberapa udara yang ada di kedua ban. Pada saat itulah saya melihat
kesempatan emas, merajut kemesraan (heleh… macam apa aja) dan
berpetualang ria. Terkadang terdengar suara dari roda-roda yang
berputar, pada saat saya ragu-ragu ingin mengayuhnya, sang polygon
berbisik “life is an adventure..!!” sehingga bertambahlah keyakinan saya
dalam menjelajahi kota, rawa bahkan rimba yang ada di sekitar aceh nan
sejahtera. Apalagi sekarang si abang sudah mengayuh bahtera bersama
seorang wanita sholehah, sehingga saya sebagai adik satu-satunya diberi
amanah untuk menjaga si polygon dan tentunya memaksimalkannya.
Ternyata
gayung bersambut, saya bertemu dengan beberapa pengguna sepeda lainnya
yang sering mutar-mutar kota di minggu pagi. Akhirnya kami membentuk
sebuah club untuk memaungi para anggotanya, memang singkatannya agak
sedikit maksa sih.. sepeda buatga ya, sehingga kalau disingkat mirip
dengan presiden kita terhormat SBY. Knapa buat gaya, karena memang kami
bukan atlit, bukan pejabat dan bahkan bukan politikus, kami hanya
mahasiswa tingkat akhir. Sehingga kami menggunakan gaya masing-masing
dalam bersepeda, ada yang gaya DJ, gaya akademis, gaya romantis dan
bahkan ada yang ga pake gaya.
Kamis, 01 Maret 2012
To be world class university
If
a university wants to be a world-class university, at least the university must
have three major roles: (1) excellence in education of their students; (2)
research, development and dissemination of knowledge; and (3) activities
contributing to the cultural, scientific, and civic life of society. In this
article we will focus on the first one, excellence in education of our students.
How to upgrade the capacity and knowledge of students, bring international
students to university and send the students in university to abroad.
We
know that many ways to upgrade the knowledge of students, one of them is giving
lecture in their class. Teach everything about science that they want to know
and they will figure it out about what they learned and explore more. The
lecturers just show the way and the students will dig it deeper. The other way
is sending students to study abroad, to open their mind, experience new
activity, learn the culture, doing research together and much more to get. It’s
important for their future to live in society. Because when the students face
real world they not only need hard skill that they learned in class but also
they will need soft skill, like communication, leadership and others. When a
policy to send students abroad takes too much cost, there is another way. Bring
the international students to study in our university. At least more local
students will interact with the international students, exchange the art and
culture. So, the local students will feel like they live abroad. If the number
of international students increases by time then our university becomes an
international university which is one step to be world-class university.
As
a rector of this university, I will build a close relationship with many
countries and invite them to send their students to our university, and sign a
memorandum of understanding that provide a chance to send our best students to
study in their country. I will need an international affair that manage
everything about students exchange and provide any information the international students need. So this international
affair will connect the international students that want to study in our
university and local students that want to study abroad. If nowadays we provide
a place for any country to build a corner in our university like, Japanese corner,
India corner, Korean corner and many else, now we could make it in one corner
in international affairs. I will make the international affairs for many
purposes, such as for language training, intercultural study center,
administration and others.
Langganan:
Postingan (Atom)


